Banda Aceh (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menggandeng dan bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry dalam upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba, terutama di lingkungan kampus perguruan tinggi tersebut.

Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani di Banda Aceh, Selasa, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia pendidikan tinggi, dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan diri terhadap bahaya narkoba. Melalui kerja sama ini, kami mendorong integrasi program P4GN dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedy Tabrani pada penandatanganan kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kerja sama itu dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) tersebut menitikberatkan pada sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Dedy Tabrani mengatakan kampus memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya narkoba. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk civitas academica atau kalangan kampus.

"Masalah narkotika di Provinsi Aceh sudah cukup kompleks. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk bersama-sama mencegahnya," kata Dedy.

Menurut dia, sinergi dengan kampus diharapkan dapat memperkuat pendekatan berbasis edukasi dan riset, sekaligus mendukung langkah-langkah deteksi dini di lingkungan mahasiswa.

Dekan FISIP UIN Ar Raniry Prof Muji Mulia mengatakan kolaborasi dengan badan narkotika tersebut menjadi langkah strategis memastikan kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang aman dari ancaman narkoba.

"Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan lembaga seperti BNN penting agar upaya pencegahan narkoba berdampak langsung bagi masyarakat," kata Prof Muji Mulia.

Sementara itu, Rektor UIN Ar Raniry Prof Mujiburrahman, mengatakan kerja sama dengan BNNP Aceh itu sejalan dengan arah pengembangan kampus sebagai kampus energi kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan jauh dari narkoba.

"Pancasila adalah energi kebangsaan yang harus diinternalisasi dalam kehidupan kampus. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan moral, termasuk menjauhi narkoba," katanya.

Menurut dia, meningkatnya kompleksitas persoalan sosial di Provinsi Aceh, termasuk penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, menjadi alasan kuat bagi kampus untuk mengambil peran lebih aktif.

"Kami juga menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam membangun kampus yang sehat dan berdampak bagi masyarakat. Universitas tidak bisa berkembang sendiri, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BNN, agar kehadiran kampus memberi kemaslahatan," kata Prof Mujiburrahman.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026