Banda Aceh (ANTARA) - Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW JAPNAS) Aceh menjadikan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) I sebagai momentum memperkuat konsolidasi pengusaha Aceh dan peran di tengah dinamika ekonomi nasional.
Ketua Harian PP JAPNAS, Widiyanto Saputro di Banda Aceh, Sabtu mengatakan sinergi antaranggota merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Ia menilai, kolaborasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk membangun daya saing yang lebih kuat.
“Sinergi usaha antaranggota JAPNAS harus terus diperkuat. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, karena dengan kolaborasi mampu menciptakan kekuatan ekonomi yang solid dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Widiyanto juga menyoroti pentingnya kesiapan pengusaha dalam mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan rantai pasok (supply chain).
JAPNAS memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pembangunan supply chain untuk program Badan Gizi Nasional (BGN) maupun penguatan koperasi desa Merah Putih.
Menurutnya, setiap anggota JAPNAS dapat mengambil peran sesuai bidang usaha masing-masing, mulai dari sektor peternakan ayam petelur untuk suplai telur, hortikultura seperti selada, hingga budidaya perikanan seperti lele.
“Semua ini bisa diintegrasikan dalam satu rantai pasok yang kuat, sehingga mampu menjamin ketersediaan bahan baku, termasuk untuk mendukung operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.
Rakorwil bertajuk "Sinergi dan Kolaborasi dalam Membangun Aceh Menuju Indonesia Emas,” dihadiri para pelaku usaha lintas sektor yang tergabung dalam JAPNAS. Kegiatan itu untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jaringan bisnis, serta menyelaraskan langkah strategis dengan program pembangunan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Ketua Umum PW JAPNAS Aceh, Hasbul Fayadi mengatakan Aceh memiliki potensi besar, terutama di sektor energi dan sumber daya alam, yang perlu dikelola secara optimal melalui kolaborasi yang solid.
“Aceh dianugerahi kekayaan sumber daya alam dan potensi energi yang besar. Ini harus kita maksimalkan melalui sinergi pengusaha dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti posisi strategis Aceh secara geografis, khususnya Sabang sebagai wilayah paling barat Indonesia yang berada di jalur perdagangan internasional menuju Asia Timur.
“Ini adalah peluang besar bagi pengusaha Aceh untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di level nasional maupun global,” tambahnya.
Ia berharap Rakorwil I PW JAPNAS Aceh dapat melahirkan langkah strategis yang konkret dan implementatif, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ketua Harian JAPNAS Aceh, Mahfudz Y Loethan, menegaskan pentingnya solidaritas dan kolaborasi lintas daerah dalam memperkuat kapasitas pengusaha Aceh.
Ia mengakui, masih terdapat pelaku usaha lokal yang menghadapi keterbatasan, baik dari sisi permodalan maupun kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan kolaborasi nyata bersama pengusaha yang telah mapan di tingkat nasional.
“Pengusaha Aceh tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan besar, terutama di sektor-sektor padat modal dan berbasis teknologi. Yang masih lemah dari sisi modal dan SDM harus kita backup bersama melalui kemitraan strategis dengan pengusaha nasional, agar seluruh potensi yang telah disiapkan benar-benar bisa berjalan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Aceh,” tegas Mahfudz.
Pewarta: RilisEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026