Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Baitul Mal Kabupaten (BMK) menyerahkan bantuan sebesar Rp6,4 miliar kepada 8.969 orang senif fakir miskin, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Bantuan yang sudah mulai kita serahkan dan disalurkan ini, bersumber dari pengelolaan dana Baitul Mal, termasuk kontribusi dari desa atau gampong,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Selasa.

Ia mengatakan, peningkatan pendapatan Baitul Mal menjadi kunci dalam memperluas manfaat bagi masyarakat. Tarmizi menyebutkan bahwa potensi zakat, infak, dan wakaf di Aceh Barat masih sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal.

“Setiap tahun kita targetkan pendapatan Baitul Mal terus meningkat dari infak, zakat, dan wakaf masyarakat. Saat ini kontribusi nya masih kecil, terutama dari mereka yang memiliki penghasilan besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika pendapatan tersebut meningkat, maka pemerintah dapat memperluas program bantuan, seperti pembangunan rumah dhuafa, pemberian beasiswa, hingga bantuan modal usaha bagi masyarakat kurang mampu.

Tarmizi menyebutkan, bantuan ini tidak bersifat permanen bagi semua penerima, karena pemerintah daerah berharap jumlah masyarakat miskin dapat terus ditekan setiap tahun nya.

“Kita ingin penerima bantuan berkurang dari waktu ke waktu, kecuali bagi lansia. Untuk yang masih produktif, kita dorong agar bisa mandiri,” katanya menambahkan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengimbau kepada perusahaan dan masyarakat yang berdomisili serta mencari penghasilan di Aceh Barat agar menunaikan zakat dan infak nya di daerah setempat.

“Jangan mencari rezeki di Aceh Barat, tetapi zakat nya dibawa ke daerah lain. Kita berharap kepedulian bersama untuk membangun daerah melalui Baitul Mal,” kata Tarmizi.

Pemerintah daerah berharap penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Aceh Barat.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026