Banda Aceh (ANTARA) - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Simeulue menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue terkait pengusutan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung neurologi dan fisioterapi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue Ilhamd Wahyudi di Simeulue, Rabu, mengatakan penggeledahan bagian dari proses penyidikan dan pengumpulan barang bukti dugaan penyimpangan dalam proyek fasilitas kesehatan di RSUD Simeulue.

"Penggeledahan ini kami lakukan untuk mengumpulkan barang dan alat bukti dalam proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana proyek fasilitas kesehatan di RSUD Simeulue," kata Ilhamd Wahyudi.

Dalam penggeledahan tersebut, kata dia, tim penyidik menggeledah sejumlah ruangan untuk mencari dokumen berkaitan dengan administrasi pelaksaan pembangunan fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut.

"Tim mencari dokumen penting, mulai dari berkas proyek, arsip administrasi, hingga barang bukti lain yang dinilai relevan. Penggeledahan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum," katanya.

Selama proses berlangsung, situasi di lingkungan RSUD Simeulue tetap kondusif. Pihak rumah sakit juga bersikap kooperatif dengan memberikan akses penuh kepada tim penyidik, sehingga proses pengumpulan data berjalan lancar.

Ilham Wahyudi menegaskan komitmennya mengusut tuntas kasus tersebut. Penyidikan dipastikan akan terus berkembang seiring dengan ditemukannya alat bukti baru dan hasil pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak terkait.

"Kami berharap dukungan dari masyarakat dalam pengungkapan kasus ini. Kami tidak memberikan ruang bagi praktik korupsi di Kabupaten Simeulue ini, terutama terkait dengan kepentingan umum," kata Ilhamd Wahyudi.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 96 ribuan jiwa.
 



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026