Banda Aceh (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen Muhajir Juli menyatakan Bupati Bireuen Mukhlis tidak pernah mengabaikan penyintas banjir dan berkomitmen memperjuangkan hak-hak korban bencana sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Sampai saat ini, di bawah komando Bupati Bireuen, seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), sedang bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” kata Muhajir Juli saat dihubungi dari Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan terkait adanya narasi Bupati Bireuen tidak peduli kepada korban bencana banjir dan tanah longsor, itu merupakan pernyataan yang tidak disandarkan pada fakta dan argumen yang lahir dari penilaian tanpa data.
Sejauh ini, Pemkab Bireuen terus bekerja untuk mendukung seluruh proses pemulihan, baik dari masa tanggap darurat hingga transisi darurat.
Ia mengatakan saat ini Pemkab Bireuen di bawah atensi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hampir merampungkan proses verifikasi tahap II untuk korban bencana hidrometeorologi Sumatra.
“Proses pemulihan dan rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatra pascabencana siklon senyar, harus dilaksanakan secara terpadu oleh pemerintah, di bawah komando pemerintah pusat,” katanya.
Ia mengatakan rencana pemulihan dan rehabilitasi rekonstruksi Sumatra, termasuk Bireuen, dilakukan sesuai dengan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatra yang akan menjadi acuan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi selama tiga tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2028.
Menurut dia seluruh hak-hak korban yang memenuhi persyaratan seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, akan diberikan secara bertahap.
Pemerintah Kabupaten Bireuen akan terus memperbaiki berbagai kekurangan dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di kabupaten setempat.
Baca juga: Kejari Bireuen geledah Kantor Satpol PP dan WH selama dua jam
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.