Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyatakan angka kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke daerah itu pasacabencana tumbuh positif seiring dengan beragam daya tarik wisata yang tersebar di seluruh provinsi setempat.
“Secara tahunan kita masih melihat tren pertumbuhan yang positif, dan ini menjadi indikator bahwa daya tarik Aceh tetap kuat di mata wisatawan. Jika dilihat dari angka kunjungan bulan terjadi sedikit penurunan pada Maret 2026,” kata Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Akmal Fajar di Banda Aceh, Kamis.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, angka kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026 sebanyak 2.684 orang atau naik sebesar sebesar 22,45 persen, dibandingkan dengan Maret 2025 2.192 orang.
Baca juga: Pergerakan penumpang di pelabuhan Ulee Lheue meningkat, capai 15.638 dalam tiga hari
Sementara untuk jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Aceh pada bulan Maret 2026 sebanyak 2.684 kunjungan turun 1,18 persen dibandingkan dengan bulan Februari tahun itu.
Ia menjelaskan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan positif tersebut, salah satunya melalui penguatan promosi pariwisata secara lebih adaptif dan terarah.
“Kami mengoptimalkan berbagai platform, baik digital maupun kolaborasi dengan pelaku industri dan komunitas guna memastikan informasi destinasi tetap tersampaikan secara luas dan akurat,” katanya.
Akmal juga mengatakan terkait bencana yang melanda Aceh pada akhir November 2025 yang melanda kabupaten/kota, tidak seluruh destinasi yang ada di daerah tersebut terdampak.
Menurut dia sejumlah kawasan unggulan seperti Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Singkil, Simeulue, dan daerah lainnya tetap aman dan siap menerima kunjungan wisatawan.
“Destinasi-destinasi tersebut terus kami dorong sebagai prioritas promosi dalam jangka pendek,” katanya.
Sementara itu, untuk wilayah yang terdampak, Ia mengatakan, pemerintah sedang fokus pada proses rehabilitasi dan pemulihan destinasi wisata agar dapat kembali beroperasi secara optimal.
“Kami memastikan bahwa setiap langkah pemulihan juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan ketahanan terhadap bencana ke depan. Kami juga akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, hingga influencer dan media guna memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kepercayaan wisatawan,” katanya.
Pihaknya optimistis dengan upaya bersama dan strategi yang tepat, kunjungan wisatawan ke Aceh akan terus tumbuh dan akan memberikan dampak ekonomi pada semua sektor.
Baca juga: Wisatawan berkunjung ke Aceh capai 18,3 juta orang
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.