Banda Aceh (ANTARA) - Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Aceh mengirim sebanyak enam dai ke perbatasan di Kabupaten Aceh Singkil sebagai upaya penguatan dan pembinaan mualaf di daerah setempat.
“Langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari misi besar pembinaan keagamaan di kawasan yang memiliki dinamika sosial-keagamaan yang cukup kompleks,” kata Ketua FDP Aceh Nurkhalis di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan penugasan para dai dalam mengemban amanah dakwah selama satu tahun penuh di wilayah perbatasan, khususnya di Kecamatan Danau Paris sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang telah diterbitkan.
“Para dai akan fokus memakmurkan masjid dan mushalla melalui shalat berjamaah lima waktu, mengajarkan Iqra’ dan Al Quran, membimbing praktik ibadah, serta menghidupkan pengajian rutin dengan materi tauhid, fiqh, dan akhlak,” kata Nurkhalis.
Menurut dia, para dai juga memiliki tanggung jawab strategis dalam melakukan kaderisasi generasi muda, membina para mualaf, serta memperkuat hubungan sosial keagamaan di tengah masyarakat. Mereka juga akan menjalankan peran sebagai khatib Jumat dan penggerak kegiatan dakwah lainnya.
Baca: Imbas kasus Miftah, MUI dukung usulan penguatan kompetensi juru dakwah
Adapun enam desa yang menjadi lokasi penugasan meliputi Lae Geucheh, Situban Makmur, Lae Balno, Lae Sipola Singkohor, Teluk Nibong, dan Suka Makmur. Seluruh desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Danau Paris yang berbatasan langsung dengan wilayah Sumatera Utara.
Ia menambahkan kawasan perbatasan Aceh Singkil merupakan daerah dengan tingkat interaksi lintas budaya dan agama yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadikan wilayah itu sebagai salah satu titik strategis dalam penguatan identitas keislaman masyarakat, khususnya bagi para mualaf yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.
Ia mengatakan banyak mualaf yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam penguatan aqidah dan integrasi sosial di tengah masyarakat Muslim.
Pihaknya berharap kehadiran dai di wilayah tersebut mampu menjadi jawaban atas kebutuhan dan juga bagian proses pendampingan hidup yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan kultural masyarakat perbatasan.
Koordinator FDP Wilayah Aceh Singkil, Ustaz Muchlis Pohan mengatakan dakwah di wilayah perbatasan bukan hanya tugas individu atau kelompok tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Baca: Dai muda di Aceh diajak aktif dakwah lewat media sosial
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.