Banda Aceh (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Zulkarnaini Ampon Bang melaksanakan kegiatan sosial di pedalaman Kabupaten Gayo Lues, Aceh berupa bantuan sunat massal bagi anak-anak dan pengobatan gratis penyintas bencana banjir.
“Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi ikhtiar kemanusiaan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak dasar kesehatan di tengah situasi sulit pascabencana,” kata Ketua Tim Sosial yang juga istri Ampon Bang, Hj Kelimah dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Selasa.
Kegiatan sunat massal dan pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak bencana yang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gayo Lues tersebut dilaksanakan pada 9–10 Mei 2026.
Baca juga: Pidie sunat massal 100 anak yatim dan fakir miskin di bulan Ramadhan
Adapun sasarannya yakni, pada Sabtu (9/5) di Kampung Perlak serta UPT Pantan Kela Kecamatan Tripe Jaya, anak-anak di sana mendapatkan bantuan sosial sunat massal dan masyarakat menerima layanan pengobatan gratis dari tim medis yang hadir ke lapangan.
Kemudian, pada Minggu (10/5), pelayanan kesehatan dipusatkan di Huntara Kampung Pasir dengan sasaran masyarakat gabungan dari Kampung Pasir, Uyem Beriring, dan Pulo Gelime Kecamatan Tripe Jaya.
"Di wilayah yang masih dalam proses pemulihan tersebut, layanan kesehatan menjadi harapan yang sangat dinantikan warga," ujar Kelimah.
Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh sektor infrastruktur, melainkan juga aspek kesehatan dan psikologis masyarakat yang terdampak.
"Kegiatan ini menjadi kali keempat tim kemanusiaan Ampon Bang turun langsung ke wilayah Gayo Lues menembus medan yang sulit dan keterbatasan fasilitas demi misi kemanusiaan membantu masyarakat bangkit dari bencana," demikian Kelimah.
Baca juga: Pesta perkawinan, sunat massal dilarang karena Banda Aceh zona merah
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.