Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiagakan beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) sebagai instrumen penyeimbang harga di pasar, menyusul naiknya harga jual beras premium di harga jual Ro16.000,-/kg dari batas harga ecera tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah di angka Rp15.400,-/kg.

“Untuk beras premium, kita memang masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah,” kata Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, Kamarlisnur di Meulaboh, Selasa.

Ia menjelaskan, meskipun Kabupaten Aceh Barat sudah swasembada padi, namun untuk pengolahan menjadi beras premium, para pedagang di daerah setempat masih mendatangkan pasokan sehingga harga saat ini sedikit melampaui HET.

Baca juga: Ini jumlah persediaan beras di gudang Bulog Aceh

Berdasarkan data yang diperoleh dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Meulaboh, stok beras beras medium PSO penugasan pemerintah (SPHP) saat ini berjumlah sebanyak 6.170,85 ton, dan stok beras premium sebanyak 19,17 ton.

Kamarlisnur menjamin stok beras medium yang ada di Gudang Perum Bulog Meulaboh, Kabupaten Aceh barat dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada sektor protein hewani. Kamarlisnur menjelaskan saat ini harga jual daging sapi di Kabupaten Aceh Barat juga mengalami kenaikan dari harga jual sebelumnya Rp140.000,-/kg naik menjadi Rp150.000,-/kg.

Sedangkan daging kerbau juga terpantau mengalami tren kenaikan harga yang serupa.

Sebagai solusi jangka pendek, Dinas Pangan Aceh Barat berencana melakukan intervensi pasar melalui subsidi transportasi untuk membantu menstabilkan harga komoditas yang melonjak di outlet-outlet resmi di seluruh Aceh Barat.

Pihaknya menegaskan bahwa jajaran Forkopimda akan terus memantau pergerakan harga secara ketat guna memastikan beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat menjelang hari besar keagamaan.

Baca juga: Bulog Aceh pasok 125 ton SPHP jaga stabilitas pangan Lebaran



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026