Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan personel ke Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas setelah sebuah rumah masyarakat di kawasan pedalaman setempat tertimpa pohon, akibat bencana alam angin kencang.

“Tidak ada masyarakat yang menjadi korban jiwa dalam bencana alam ini, namun atap rumah warga rusak parah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal kepada ANTARA, Kamis.

Ia mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi tersebut, menyebabkan pohon besar yang berada di dekat pemukiman warga tersebut roboh dan langsung menimpa bangunan rumah milik Abdul Ramil (46), seorang petani warga Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.

Baca juga: BPBD Aceh Barat salurkan bantuan masa panik untuk korban angin kencang

Pihaknya bersama masyarakat juga turut melakukan proses pembersihan pohon secara gotong-royong, dan turut dibantu oleh unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Barat, Damkar Pos Kaway XVI, Polsek, dan Koramil setempat.

"Saat ini pohon tumbang sudah selesai dibersihkan. Kami terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada lagi rumah warga yang terdampak cuaca buruk,” katanya.

BPBD Aceh Barat juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Barat, mengingat sampai saat ini kawasan tersebut masih dilanda hujan lebat disertai angin kencang.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, BPBD Aceh Barat juga sudah menyalurkan bantuan masa panik untuk meringankan beban keluarga korban. 

Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar dan material bangunan, di antaranya beras 4 sak, mie instan 2 kotak, minyak goreng 3 liter, perlengkapan matras dan selimut masing-masing 3 paket, 10 lembar seng dan 1 kotak paku seng untuk perbaikan atap.

Baca juga: Pemkab Pidie Jaya usulkan pembangunan 3.056 unit hunian tetap



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026