Banda Aceh (ANTARA) - PT Bank Aceh Syariah (BAS) mendapatkan pengakuan internasional setelah berhasil masuk dalam daftar world’s best banks (bank terbaik dunia) 2026 versi majalah Forbes bekerjasama dengan lembaga riset global Statista.
"Pengakuan tersebut menempatkan Bank Aceh Syariah sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian langsung dari nasabah," kata Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, di Banda Aceh, Kamis.
Dalam daftar tersebut, Bank Aceh Syariah menjadi salah satu dari 18 bank di Indonesia yang berhasil masuk kategori world’s best Banks 2026, dan berada pada urutan ke-11 nasional.
Baca juga: Bank Aceh bantu buggy car untuk permudah mobilisasi jamaah lansia di Asrama Haji Aceh
Selain itu, Bank Aceh juga menjadi satu dari tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut, yakni bersama Bank Nagari dan Bank Sumut.
Penilaian ini dilakukan melalui survei independen terhadap lebih dari 54 ribu responden di 34 negara dan 17 bahasa. Aspek yang dinilai meliputi tingkat kepercayaan nasabah, kualitas layanan digital, pelayanan kepada nasabah, kemudahan akses layanan, hingga kualitas rekomendasi dan solusi keuangan oleh bank.
Dalam kesempatan ini, Fadhil Ilyas mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan dukungan seluruh stakeholder terhadap transformasi dan peningkatan layanan oleh Bank Aceh.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa bank daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui inovasi dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan nasabah.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat transformasi digital, dan menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” demikian Fadhil Ilyas.
Baca juga: BI optimis ekonomi Aceh 2027 bakal tumbuh hingga 4,60 persen seiring rehab-rekon
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.