Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian Pertanian (Kementan) RI mencetak sawah seluas 304 hektare untuk meningkatkan produktivitas padi di kabupaten tersebut.
"Kementan mencetak sawah seluas 304 hektare pada tahun ini. Sebelumnya, Pemkab Pidie mengusulkan cetak sawah baru seluas 1.000 hektare," kata Juru Bicara Bupati Pidie Andi Firdhaus di Banda Aceh, Kamis.
Sebelumnya, kata dia, Bupati Pidie Sarjani Abdullah menandatangani nota kesepahaman cetak sawah sebagai upaya memperkuat program ketahanan pangan. Kerja sama ditangani bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan RI.
Andi Firdhaus mengatakan lahan cetak sawah seluas 304 hektare tersebut sudah melalui seleksi tim Geospasial Kementan RI. Ratusan hektare lahan tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pidie
Adapun 10 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tangse, Kecamatan Glumpang Tiga, Kecamatan Tiro, Kecamatan Mutiara Timur, Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Muara Tiga, Kecamatan Titue, Kecamatan Delima, Kecamatan Mila, dan Kecamatan Glumpang Baro.
"Tim Geospasial merupakan kelompok kerja yang memetakan objek geografis menggunakan teknologi modern guna memastikan lahan tersebut cocok untuk persawahan," kata Andi Firdhaus.
Ia mengatakan program cetak sawah merupakan bagian dari upaya Pemkab Pidie memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi mayoritas masyarakat Kabupaten Pidie bekerja di sektor pertanian.
Menurut dia, pencetakan sawah tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas padi, sehingga semakin memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan program cetak sawah ini diharapkan Kabupaten Pidie menjadi daerah penyangga pangan di Provinsi Aceh. Kami juga terus memperkuat sinergi para pihak terkait agar program cetak sawah tersebut berjalan efektif dan memberikan manfaat kepada masyarakat," kata Andi Firdhaus.
Baca juga: Jubir: Bendungan Krueng Pase mampu penuhi 8.922 hektare sawah
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.