Banda Aceh (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh memperkuat sinergi dengan kalangan bidan guna meningkatkan akses dan kualitas pelayanan keluarga berencana (KB).
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim di Banda Aceh, Selasa, mengatakan bidan adalah garda terdepan pelayanan KB serta menjadi penggerak masyarakat.
"Kehadiran bidan begitu penting karena lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Karena itu, sinergi dengan bidan terus diperkuat guna memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan KB," katanya.
Safrina Salim mengatakan pelayanan KB merupakan bagian penting pembangunan keluarga dan nasional berkelanjutan sesuai Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.
Pemerintah, kata dia, juga terus mendorong pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, termasuk bidan. Namun, keterbatasan pembiayaan dan regulasi masih menjadi tantangan untuk memperluas pelatihan bagi bidan non-PNS.
"Oleh karena itu, BKKBN Aceh bersama mitra berkomitmen memperkuat koordinasi dan pendampingan teknis agar pelayanan keluarga berencana, terutama pada bidan praktik mandiri bisa berjalan lebih optimal," katanya.
Selain itu, BKKBN Aceh juga menekankan pentingnya akselerasi capaian program KB melalui perluasan akses, penguatan registrasi fasilitas, serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan.
"Kami juga menekankan pelayanan keluarga berencana ini menyangkut kontrasepsi dan keamanannya, kualitas konseling, ketersediaan alat dan obat, hingga kenyamanan akseptor," kata Safrina Salim.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.