Banda Aceh (ANTARA) - Bank Aceh Syariah (BAS) berupaya meningkatkan digitalisasi UMKM di Aceh melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi Point of Sale (POS) atau kasir digital lewat kerja sama dengan PT PosSaku Mitra Usaha.
"Kolaborasi ini bukan sekedar kerja sama biasa, melainkan langkah konkret dalam membangun ekosistem usaha yang lebih modern, terintegrasi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital," kata Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi, di Banda Aceh, Kamis.
Melalui kerjasama ini, merchant Bank Aceh Syariah bakal mendapatkan akses ke aplikasi POS dari PosSaku yang memang terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran QRIS bank milik pemerintah Aceh tersebut.
Hendra menyebutkan, kerjasama ini juga mencakup program pemasaran bersama (cross marketing), edukasi merchant, serta skema harga khusus bagi pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh.
"Selain itu, proses onboarding merchant dirancang cepat dan praktis, dengan target verifikasi dan aktivasi layanan maksimal dalam tiga hari kerja," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan integrasi ini, pelaku UMKM tidak hanya bisa menerima pembayaran digital secara lebih mudah, tetapi juga dapat mengelola transaksi, inventaris, hingga laporan usaha secara lebih efisien dalam satu platform.
Sistem ini, diharapkan mampu menggantikan proses manual yang selama ini menjadi kendala utama UMKM dalam berkembang.
“UMKM hari ini tidak cukup hanya ‘jalan’, tapi harus bisa ‘lari’ mengikuti perkembangan zaman. Kolaborasi ini kami hadirkan supaya pelaku usaha di Aceh bisa langsung adaptif dengan sistem digital tanpa harus ribet mulai dari nol," kata Hendra.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM Aceh.
“Kami percaya, ketika sistem pembayaran dan pencatatan usaha sudah terintegrasi, pelaku UMKM bisa lebih fokus ke hal yang paling penting, yaitu mengembangkan bisnis mereka. Sisanya, biar sistem yang bantu kerja,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Bank Aceh dan PosSaku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertib administrasi, transparan, dan berbasis data. Tidak hanya itu, integrasi QRIS sebagai metode pembayaran utama juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di Aceh.
Ke depan, kedua pihak membuka peluang untuk pengembangan kerjasama yang lebih luas, termasuk inovasi layanan dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM.
"Dengan semangat kolaborasi ini, digitalisasi bukan lagi sekadar wacana tetapi menjadi langkah nyata menuju UMKM Aceh yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi," demikian Muharrir Hasbi.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.