Banda Aceh (ANTARA) - Bentrokan sesama mahasiswa terjadi di lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala (USK) antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026 sekitar pukul 01.39 WIB.

Berdasarkan pantauan ANTARA, dampak kerusuhan tersebut mengakibatkan sejumlah aktivitas akademik nyaris lumpuh akibat fasilitas kampus dirusak dan dibakar di area Fakultas Pertanian.

Dari laporan yang dikumpulkan dari mahasiswa Fakultas Teknik, sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat hantaman benda tumpul.Aksi tersebut menyebabkan pembakaran pos satpam, beberapa laboratorium di Gedung D3 Pertanian Lama, serta sejumlah ruangan di Gedung Pertanian Baru. Selain itu, tiga unit sepeda motor, dua unit mobil, dan beberapa mesin kopi di Fakultas Pertanian dilaporkan rusak dan dijarah. 

Baca juga: Pascarusuh antarmahasiswa, Rektor USK ajak jaga kondusivitas kampus

Dampak dari bentrokan ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga melumpuhkan aktivitas akademik di lingkungan kampus. Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan pihak universitas per tanggal 21 Mei 2026, kegiatan perkuliahan di Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian dialihkan secara daring mulai 21 hingga 26 Mei 2026 guna menjaga kondusivitas kampus dan mengantisipasi situasi lanjutan.

Dalam surat yang ditandatangani Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Heru Fahlevi, dosen juga diminta menyisipkan pesan-pesan penyejuk kepada mahasiswa selama proses perkuliahan daring berlangsung agar situasi tetap terkendali dan proses akademik berjalan efektif.

 

Salah satu mobil di Fakultas Pertanian yang terbakar saat kerusuhan. Universitas Syiah Kuala, Kamis (21/05/2026). (ANTARA/Shafna)

Peristiwa ini diduga merupakan lanjutan dari konflik yang muncul pasca aksi unjuk rasa terkait pembatasan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh pada 18 Mei lalu. Situasi di kampus USK semakin memanas pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.50 WIB saat ratusan mahasiswa Fakultas Teknik melakukan aksi balasan ke Fakultas Pertanian.

Situasi kampus mulai berangsur kondusif sekitar pukul 06.20 WIB. Hingga saat ini, area konflik masih berada dalam pemantauan ketat pihak universitas dan aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Di bangunan dan kendaraan yang rusak juga dipasang garis polisi untuk kepentingan proses hukum.

Menanggapi kejadian itu, Rektor USK Mirza Tabrani mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga suasana kampus tetap aman dan kondusif agar proses belajar-mengajar dapat berjalan seperti biasa.

Pihak rektorat juga telah berkoordinasi dengan pimpinan fakultas, keamanan kampus, dan aparat kepolisian guna meningkatkan pengamanan serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan di lingkungan universitas.

Baca juga: Polisi cari aktor bentrok antarmahasiswa sebabkan Fakultas Pertanian USK terbakar

 



Pewarta: Rizki Mauliza Yanti
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026