Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta membantu meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha," Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Selasa.

Gerakan Pangan Murah tersebut terlaksana bekerja dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog. Kegiatan tersebut dipusatkan di depan Kantor Camat Meureudu. Masyarakat yang berbelanja membawa kartu keluarga sebagai syarat pembelian.

Komoditas pangan disediakan berupa beras sebanyak dua ton dengan harga jual Rp60 ribu per kantong isi lima kilogram. Minyak goreng sebanyak 1.000 liter dengan harga jual Rp15.500 per liter.

Sibral Malasyi mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah. 

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan," katanya.

Bupati mengharapkan Gerakan Pangan Murah memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, serta menjaga keseimbangan distribusi pangan di tengah dinamika pasar.

"Kami juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan semua pihak dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan demi kesejahteraan masyarakat," kata Sibral Malasyi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya Muhammad Nur mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bertujuan mengendalikan inflasi serta mendukung distribusi komoditas pangan secara merata.

"Gerakan pangan ini juga untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau di Kabupaten Pidie Jaya, terutama menjelang Idul Adha 1447 Hijriah," kata Muhammad Nur.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026