Aceh Tamiang (ANTARA) - PT Pertamina EP Rantau Field berkolaborasi dengan masyarakat Kampung Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang menormalisasi saluran irigasi sawah guna mendukung ketahanan pangan pascabencana di daerah tersebut.
Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, di Aceh Tamiang, Sabtu, mengatakan bahwa perbaikan drainase ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung perekonomian masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah operasi.
"Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Pertamina EP Rantau Field. Kami adalah mitra yang siap hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi penting dan mendesak," kata Tomi.
Ia menyampaikan, melalui normalisasi drainase ini, perusahaan di bawah naungan Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut ingin memperkuat sinergi dengan masyarakat agar memberikan dampak positif berkelanjutan bagi lingkungan maupun sosial ekonomi warga sekitar.
"Operasional hulu migas perusahaan juga tetap berkomitmen patuh pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," ujarnya.
Menurut dia proses pengerukan saluran irigasi tersebut menggunakan satu unit ekskavator, dengan titik pengerjaan yang sebelumnya telah disepakati bersama melalui musyawarah antara pihak perusahaan dan pemerintah desa setempat.
Sementara itu, Datok Penghulu (Kepala Desa) Paya Meta, Sugianto menyampaikan terima kasih atas normalisasi drainase yang mengalir ke persawahan warga, mengingat sektor pertanian merupakan sumber penghasilan utama mayoritas penduduk setempat.
Dirinya menuturkan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan untuk menormalisasi seluruh drainase yang sudah mengalami pendangkalan atau sedimentasi. Maka dari itu, warga desa ikut bergotong-royong membantu pekerja perusahaan.
"Kami sangat berterima kasih. Selama ini, sawah menjadi sumber mata pencaharian warga, sehingga kegiatan normalisasi ini sangat bermanfaat bagi para petani untuk menghindari risiko gagal panen," demikian Sugianto.
Pewarta: Dede HarisonEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.