Banda Aceh (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Region Aceh mendistribusikan sebanyak 282 hewan kurban di wilayah Aceh sebagai komitmen sosial Perseroan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan di Banda Aceh, Minggu menyampaikan seluruh hewan kurban yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat dan prima maupun standar dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan Dinas Peternakan setempat.

Ia menyebutkan dua ratusan ternak yang didistribusikan untuk ibadah kurban di seluruh Aceh terdiri atas 212 ekor sapi dan 70 ekor kambing/ domba. 

Sementara secara nasional BSI pada tahun 2026 menyiapkan sebanyak 24.053 ekor hewan kurban untuk disalurkan ke seluruh pelosok negeri, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Jumlah tersebut meningkat signifikan sebesar 57 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebanyak 15.272 ekor.

Ia menjelaskan momentum Idul Adha menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi umat di daerah, terutama wilayah Aceh.

 Melalui penyaluran hewan kurban ini, BSI Region Aceh ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Aceh.  Ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir tidak hanya sebagai institusi keuangan syariah, tetapi juga sebagai sahabat sosial masyarakat, katanya.

Baca: Ini jumlah hewan kurban yang disiapkan BSI, termasuk untuk wilayah 3T

Program kurban BSI tahun ini juga didukung oleh akselerasi transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card serta kolaborasi dengan 25 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi, transaksi kurban digital melalui platform BYOND 

Masyarakat bisa memanfaatkan pembelian hewan kurban lewat BYOND, maupun BSI Hasanah Card. Kemudahan akses digital dan variasi harga hewan kurban yang inklusif mulai dari Rp1,9 juta untuk kambing menjadi faktor utama meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui BSI. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem bisnis berkelanjutan Perseroan.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa perbankan syariah harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. 

"Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,  ungkap Anggoro.

Selain memberikan manfaat sosial, program kurban BSI juga menciptakan multiplier effect bagi sektor UMKM peternakan. Secara nasional, BSI melibatkan 37 peternak lokal, termasuk 19 UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

BSI juga menerapkan distribusi hewan kurban ramah lingkungan dengan menggunakan besek bambu sebagai bagian dari komitmen sustainability Perseroan. Daging kurban didistribusikan kepada lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat dhuafa, wilayah terdampak bencana, serta pesantren.

Baca: Daya beli semakin membaik, Portofolio pembiayaan griya di BSI capai Rp60 triliun



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026