Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini telah melakukan verifikasi sebanyak 687 unit rumah tidak layak huni (RTLH), sebagai upaya memastikan kondisi riil masyarakat calon penerima manfaat dari pemerintah daerah.

"Data hasil verifikasi lapangan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan rumah layak huni di Kabupaten Aceh Barat," kata Ketua Satgas RTLH dan DTSEN Kabupaten Aceh Barat, Wistha Nowar dalam keterangan diterima ANTARA di Meulaboh, Sabtu.

Menurutnya, seluruh data yang telah terkumpul nantinya akan kembali diverifikasi, guna menetapkan skala prioritas penerima bantuan berdasarkan kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat.

Wistha Nowar mengatakan data yang telah terkumpul selanjutnya akan diverifikasi kembali, guna menentukan skala prioritas pembangunan rumah, mulai dari Prioritas 1, Prioritas 2, hingga Prioritas 3 pada masing-masing kecamatan.

"Penetapan prioritas ini dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi riil yang ditemukan di lapangan. Hasil verifikasi tersebut juga akan dibahas lebih lanjut di tingkat mukim pada setiap kecamatan," katanya menambahkan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan terkait kondisi warga yang membutuhkan bantuan.

Melalui proses verifikasi yang berjenjang dan melibatkan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap program penanganan RTLH dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan.

Wistha mengatakan verifikasi ini juga menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, untuk menghadirkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan bidang perumahan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan aman.

Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memastikan setiap warga memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak, sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan, demikian Wistha Nowar.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026