Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan bahwa penertiban bangunan liar di ibu kota provinsi Aceh itu sebagai upaya mewujudkan penataan pembangunan jalan atau ruang-ruang publik yang nyaman, bersih dan representatif.

"Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Banda Aceh yang lebih tertata dan berkelanjutan,” kata Illiza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Minggu.

Saat ini, Pemerintah Banda Aceh melalui Satpol PP/WH mulai melakukan penataan kawasan Jalan Lingkar Kampus UIN Ar-Raniry di Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala dengan membongkar bangunan dan kios liar yang selama ini berdiri di atas saluran drainase serta memanfaatkan ruang jalan.

Penataan kawasan Rukoh sendiri menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih baik, sekaligus mendukung fungsi kawasan pendidikan yang terus berkembang.

Kawasan tersebut merupakan salah satu koridor strategis Kota Banda Aceh yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pendidikan Aceh dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala.

Illiza menyampaikan, penataan kawasan tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik lingkungan, melainkan juga mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kawasan Rukoh merupakan salah satu wajah penting Banda Aceh karena menjadi pusat aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, penataannya harus dilakukan menyeluruh agar lebih tertib, nyaman dan mendukung mobilitas warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan kota harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kualitas lingkungan.

“Kita ingin ruang-ruang publik berfungsi sebagaimana mestinya. Drainase harus berjalan baik, pejalan kaki memiliki ruang yang aman, dan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan nyaman," katanya.

Dalam kesempatan ini, Illiza mengapresiasi masyarakat gampong setempat, para pedagang dan semua pihak yang turut mendukung penataan kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat memahami bahwa penataan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan kawasan ke depan,” demikian Illiza.

Sebagai informasi, berdasarkan rencana yang telah disusun Pemerintah Banda Aceh, koridor jalan utama Rukoh ini ditingkatkan menjadi jalan perkotaan yang lebih representatif dengan dukungan pembangunan pedestrian, normalisasi drainase, serta penataan bangunan pelengkap jalan.

Penanganan tersebut dirancang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperkuat aksesibilitas pejalan kaki, serta memperbaiki kualitas lingkungan kawasan secara keseluruhan. Pengerjaan bakal dilaksanakan tahun ini.


 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026