Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan memberikan bantuan mencapai Rp10,4 miliar pada masa tanggap darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
“Saya Bupati Aceh Utara dan atas nama masyarakat Aceh Utara menyampaikan ucapan terimakasih setinggi-tingginya kepada para donatur yang telah membantu Kabupaten Aceh Utara saat masa tanggap darurat usai diterpa bencana,” kata Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, di Lhoksukon, Senin.
Ia menjelaskan bantuan senilai Rp10,4 miliar tersebut bersumber dari Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Aceh, pemerintah antardaerah, lembaga atau organisasi, maupun masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam penanganan percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara.
Pemkab Aceh Utara melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) telah menerima bantuan tanggap darurat penanganan bencana banjir sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebesar Rp10.490.750.808.
Ia mengatakan bantuan tersebut dianggarkan pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dan digunakan untuk kebutuhan darurat serta penanganan pemulihan pasca banjir yang sifatnya sangat mendesak.
Bantuan tersebut di antaranya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak bencana banjir, pemulihan infrastruktur publik seperti membuka akses jalan dan jembatan darurat serta bantuan logistik pangan dan obat-obatan.
Baca: Bupati Aceh Utara minta BNPB percepat bantuan perbaikan rumah
Menurut dia bantuan tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan harian penanganan bencana banjir dan digunakan untuk pembersihan lumpur pada fasilitas umum, termasuk sekolah dan rumah-rumah ibadah.
“Alhamdulillah, ini semua wujud solidaritas dan kepedulian dari Bapak Presiden, Pemerintah Aceh, Pemerintah Daerah serta masyarakat.
Bantuan tersebut dikelola secara transparan dan digunakan tepat sasaran sesuai peruntukan penanganan darurat pascabencana,” kata bupati yang akrab disapa Ayahwa itu.
Menurut dia dengan adanya dukungan bantuan anggaran dan solidaritas dari berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara merasa sangat terbantu pascamusibah melanda daerah itu.
“Di tengah kondisi bencana saat itu, kami optimistis proses pemulihan pascabencana akan berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh segenap lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Adapun rincian sumber bantuan (donasi) yang diterima Pemkab Aceh Utara sejak Desember 2025 sampai Mei 2026 adalah Presiden Prabowo Subianto Rp4.000.000.000, Pemerintah Aceh Tahap I Rp2.034.504.679, Pemerintah Aceh Tahap II Rp3.113.628.629, Kabupaten Bandung Rp100.000.000 dan donasi dari masyarakat Sleman Rp100.000.000, donasi dari masyarakat Solo Rp290.042.500, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Rp500.000.000, Kabupaten Serang Rp117.000.000 dan donasi lainnya Rp235.575.000.
“Kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu Aceh Utara, Insya Allah masyarakat Aceh Utara dapat segera kembali bangkit dan pulih dari bencana, baik kondisi ekonomi, maupun kehidupan sosial,” demikian Ayah Wa.
Baca: Bupati Aceh Utara perkuat "kabinet" untuk percepat data pascabencana
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.