Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini mencatat seluas 29,1 hekare lahan gambut dan perkebunan masyarakat di kawasan setempat terbakar.

“Upaya pemadaman masih terus kami lakukan, dengan harapan kobaran api dapat segera dipadamkan dan dikendalikan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan, Senin malam di Meulaboh.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Aceh Barat, kebakaran tersebar di empat kecamatan di antaranya Kecamatan Bubon meliputi Desa/Gampong Berawang 15 Ha, Kuta Padang Layung 10 Ha. Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Lapang 1 Ha, Seuneubok 0,5 Ha.

Kemudian Kecamatan Arongan Lambalek meliputi Desa Gunung Pulo seluas 1 Ha, Kecamatan Meureubo meliputi Desa Ujong Tanoh Darat seluas 1,6 Ha.

Teuku Ronal mengatakan dampak dari karhutla ini telah merusak vegetasi hijau dan  kabut asap yang dihasilkan mulai mengganggu pernapasan warga dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani secara masif.

Ia mengatakan petugas bersama tim gabungan sudah dikerahkan ke lokasi, namun kobaran api di sekitar lokasi kebakaran masih sulit dipadamkan karena angin kencang ikut menghambat upaya pemadaman dan mempercepat perambatan api serta memicu titik baru.

Asap tebal juga membuat jarak pandang petugas terbatas, serta sulitnya akses jalan telah membuat kendaraan roda empat/armada pemadam sulit menjangkau titik api utama.

Ada pun unsur gabungan yang terus bersiaga dan bekerja memadamkan api di Kabupaten Aceh Barat diantaranya meliputi personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya indikasi titik api baru di wilayah mereka agar bisa segera diantisipasi sejak dini, demikian Teuku Ronal.
 



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026