Aceh Barat (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat menyatakan sebanyak 50-an orang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat hingga saat ini masih belajar di tenda darurat pascabencana alam banjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

“Untuk sementara para murid terpaksa belajar di tenda darurat, karena sebagian besar gedung sekolah mereka sudah rusak akibat terjangan banjir bandang akhir tahun lalu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, Teuku Putra Azmisyah kepada ANTARA, Selasa.

Ia mengatakan, selama ini para murid terpaksa belajar di tenda darurat, karena mereka tidak memiliki pilihan lain untuk bisa belajar, karena sekolah yang ada sama sekali tidak bisa digunakan.

Baca juga: Disdik: 12 sekolah di Aceh Tengah masih belajar di tenda darurat

Meski harus belajar dalam tenda darurat, para siswa tetap nyaman mengikuti proses kegiatan belajar termasuk mengikuti ujian, yang sudah tuntas dilaksanakan pada Senin (8/6) lalu.

Teuku Putra Azmisyah mengatakan selama ini para siswa di lokasi bencana, turut diajarkan oleh para guru yang selama ini berdomisili di desa setempat, atau berada tidak jauh dari lokasi sekolah. Sehingga tidak mengalami kendala berarti dalam proses belajar mengajar.

Sebagai solusi jangka panjang, Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat juga telah melaporkan kerusakan gedung sekolah tersebut ke dalam sistem pelaporan dampak bencana, dan diharapkan bangunan sekolah di daerah tersebut dapat dibangun dalam tahun ini.

“Informasi yang kami peroleh, SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen yang rusak ini akan dibangun tahun ini oleh pemerintah pusat. Kita doakan saja semoga semuanya berjalan lancar,” demikian Teuku Putra Azmisyah.

Baca juga: 220 siswa SD dan SMP di Beutong Ateuh Nagan Raya masih belajar di tenda darurat



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026