Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendapat bantuan satu unit mobil double cabin untuk mobilitas penanganan bencana dan dua unit perahu polietilen guna mendukung pengembangan destinasi wisata di kawasan Danau Lut Tawar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami telah menyampaikan sejumlah kebutuhan dan perkembangan penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah. Salah satunya terkait pembayaran pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat di daerah terisolir yang akan dibangun secara mandiri,” kata Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan usai dirinya bersama Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi melakukan pertemuan khusus dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto di Kantor Pusat BNPB, Jakarta Timur.
Menurut dia, kondisi Aceh Tengah masih sering mengalami longsor di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, dengan bantuan alat berat dari Pemerintah Pusat sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan penanganan yang masih berlanjut akibat frekuensi bencana yang cukup tinggi.
“Anggaran daerah banyak terserap untuk penanganan longsor. Setelah satu titik selesai ditangani, longsor kembali terjadi di lokasi lain", kata Haili Yoga.
Ia mengatakan kampung relokasi yang telah dibangun kini menjadi permukiman baru yang tertata dan terlihat indah di kawasan Linge.
Selain itu, Bupati turut melaporkan perkembangan sektor pariwisata Aceh Tengah yang menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 62 ribu orang, termasuk lebih dari 5.600 wisatawan mancanegara yang didominasi wisatawan asal Malaysia.
Baca: Bupati Aceh Utara minta BNPB percepat bantuan perbaikan rumah
Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB Suharyanto, langsung memberikan sejumlah dukungan kepada daerah yakni menyetujui bantuan dua unit perahu polietilen dan satu unit kendaraan operasional roda empat jenis double cabin untuk mendukung mobilitas BPBD Aceh Tengah dalam penanganan bencana.
“Pak Bupati tidak usah khawatir, BNPB akan selalu berada di garis terdepan untuk membantu Aceh Tengah,” kata Suharyanto.
Kepala BNPB juga mempersilakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk mengusulkan bantuan stimulan tahap kedua bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, apabila masa penggunaan alat berat bantuan Kementerian Dalam Negeri telah berakhir, pemerintah daerah dapat mengajukan kembali permohonan bantuan kepada BNPB.
Dalam kesempatan yang sama, Suharyanto menyampaikan bahwa Kementerian PUPR akan mendukung upaya normalisasi sungai guna mengurangi risiko bencana dan BNPB siap membantu pembiayaan penyelesaian jembatan yang masih dalam proses pembangunan.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, menambahkan bahwa pembiayaan pembangunan hunian sementara (huntara) dapat diajukan melalui pemerintah daerah setelah dilakukan perhitungan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman.
"Pembiayaan nanti akan ditaksir oleh Dinas Perkim harganya berapa. Yang jelas tidak boleh lebih mahal dari huntara yang kita buat. Karena dibangun dengan bahan-bahan lokal. Setelah ditandatangani oleh Bupati dan diajukan ke BNPB, pembiayaannya akan kami bantu,” ujar Jarwansah.
Baca: BNPB juga kerahkan helikopter tangani meluasnya karhutla di Aceh Barat
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.