Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa pemulihan lahan pertanian (sawah) hingga normalisasi sungai harus menjadi prioritas dan penangananya harus dipercepat guna mencegah terjadinya banjir berulang.
"Paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai masyarakat, irigasi, jembatan, dan sungai perlu segera dibenahi," kata Mualem, di Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Mualem saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi bersama Mendagri Tito Karnavian terkait capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi Aceh, di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Menurutnya, selain rehabilitasi lahan pertanian, normalisasi sungai terdampak bencana perlu perhatian serius dan harus segera dipercepat, mengingat bakal kembali adanya masuk dalam penghujan.
"Apalagi nanti musim hujan, maka kemungkinan banjir lagi. Normalisasi sungai ini perlu segera dilakukan supaya air tidak lagi tergenang ke pemukiman warga," tegas Mualem.
Terkait hal ini, Mendagri Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) mengaku bahwa memang masih banyak persoalan yang belum diselesaikan dalam penanganan bencana Aceh.
"Masalah perumahan, pendidikan, rumah ibadah, madrasah, jalan, jembatan, sawah, kemudian tambak, dan lain-lain," katanya.
Ia menyampaikan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana memang harus lebih baik lagi hingga 2028 mendatang, apalagi anggarannya sudah disetujui oleh Presiden bersama dengan DPR RI.
"Total anggaran yang sudah disetujui oleh Pak Presiden dan DPR itu adalah untuk tiga provinsi ini selama tiga tahun Rp100,1 triliun, dibagi menjadi tiga tahapan, Rp39 triliun, Rp32 triliun, dan Rp28 triliun lebih," demikian Tito Karnavian.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.