Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menyalurkan Rp85 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh sejak masa tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pendidikan keagamaan, rumah ibadah, serta Kantor Urusan Agama (KUA).

"Kementerian Agama telah mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh," kata Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hak Asasi Manusia dan Hukum, Dr Faisal Ali Hasyim, di Banda Aceh, Rabu.

Faisal menjelaskan, Kementerian Agama telah bergerak sejak masa tanggap darurat untuk membantu pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan di wilayah terdampak bencana.

Pada 2025, pihaknya menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada 131 madrasah swasta dan 169 madrasah negeri. Meliputi dukungan pembersihan lingkungan madrasah, pengadaan mesin semprot air, tenda darurat, generator set, gerobak sorong, peralatan kebersihan, meubelair, serta laptop.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 18 pondok pesantren, 6.809 guru dan tenaga pendidik, satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), serta 1.124 mahasiswa. 

"Seluruh bantuan tersebut bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI dengan total nilai mencapai Rp46,38 miliar," ujarnya.

Baca: Selama tanggap darurat bencana, Kemenag salurkan Rp19,3 miliar untuk pemulihan fasilitas di Aceh

Sementara pada 2026, lanjut dia, melalui anggaran rutin satuan kerja Kemenag, bantuan diberikan kepada 24 madrasah swasta dalam bentuk dana bantuan serta pembangunan kembali satu gedung madrasah negeri yang hanyut akibat banjir. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp14,24 miliar.

Pada sektor bimbingan masyarakat Islam, Kementerian Agama juga telah menyalurkan bantuan rehabilitasi kepada 64 KUA, mendistribusikan 6.000 mushaf Al Quran, serta memberikan bantuan rehabilitasi ringan kepada 85 masjid dan mushala dengan anggaran sebesar Rp24,46 miliar.

Menurut Faisal, berbagai bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen dan perhatian Menteri Agama terhadap pemulihan sektor pendidikan dan layanan keagamaan di Aceh.

“Arahan Menteri Agama, seluruh sisa anggaran satuan kerja pada 2025 dialokasikan untuk membantu madrasah, pondok pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan yang terdampak bencana di Aceh,” katanya.

Faisal menambahkan, dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana terdapat sejumlah objek madrasah, pondok pesantren, masjid, dan mushala yang bakal ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Aceh.

"Seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi harus mampu mengembalikan kondisi sarana dan prasarana ke kondisi sebelum bencana sekaligus meningkatkan kualitasnya," demikian Faisal Ali Hasyim.

Baca: Warga inisiatif carikan tanah untuk bangun MIN 5 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir
 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026