Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh meminta pemerintah pusat agar segera melakukan pembangunan sekolah dasar dan sekolah menengan pertama di kawasan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat karena ratusan siswa penyintas bencana di kawasan tersebut hingga kini masih belajar di tenda darurat.
“Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan, Kamis.
Hingga saat ini, kata dia, siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di fasilitas darurat akibat rusak nya sarana pendidikan yang terdampak banjir.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh berharap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, agart dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah permanen di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Sehingga diharapkan proses pendidikan dapat berlangsung secara normal, aman dan membuat para siswa nyaman dalam menimba ilmu di sekolah, kata Teuku Raja Keumangan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mencatat sebanyak 23 unit gedung sekolah tingkat SD dan SMP tersebar di empat kecamatan di daerah ini rusak akibat terjangan banjir bandang pada Rabu, 25/11/2025 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Zulkifli dalam keterangannya menyebutkan, berdasarkan hasil pendataan, total kerugian akibat banjir bandang di 23 sekolah di Nagan Raya mencapai Rp43 miliar lebih.
Ia mengatakan kerusakan sekolah akibat bencana alam di daerah ini bervariasi mulai dari rusak berat, rusak sedang hingga rusak ringan.
Ada pun gedung sekolah yang rusak diantaranya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, sekolah yang rusak diantaranya SDN 1 Beutong Ateuh, SDN 2 Beutong Ateuh serta SMPN Beutong Ateuh dengan nilai kerugian mencapai Rp13,6 miliar lebih.
Di Kecamatan Tripa Makmur, sebanyak tujuh sekolah mengalami kerusakan diantaranya SDN Babah Lueng, SDN Drien Tujoh, SDN Lung Kubeu Jagat, SDN Neubok Yee, SDN Tripa Bawah, SMPN 2 Darul Makmur, SMPN 3 Darul Makmur, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp6 miliar lebih.
Kemudian di Kecamatan Darul Makmur, gedung sekolah yang rusak akibat banjir bandang meliputi sembilan unit sekolah diantaranya SDN Lamie, SDN Kuta Trieng, SDN Kayee Unoe, SDN Tarong Ijoe, SDN Alue Rambot, SDN Kuta Blang, SDN Bunga Bangsa, SMPN 8 Darul Makmur,SMPN Bunga Bangsa dengan kerugian mencapai Rp19,9 miliar lebih.
Zulkifli mengatakan di Kecamatan Tadu Raya, banjir bandang merusak empat unit sekolah meliputi SDN Alue Siron, SDN Cot Mue,SDN Cot Mee serta SMPN 5 Kuala dengan kerugian ditaksir mencapai Rp3,4 miliar lebih.
Data kerusakan ini juga telah disampaikan kepada Bupati Nagan Raya, Aceh Teuku Raja Keumangan dan Dinas Pendidikan Aceh, dan kementerian terkait guna dilakukan perbaikan secepatnya oleh pemerintah.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.