Jakarta (ANTARA) - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menerjunkan tim liputan khusus yang terdiri dari tiga pewarta konvergensi untuk meliput ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko secara estafet selama 43 hari, mulai 9 Juni hingga 21 Juli 2026.
"Kantor Berita Antara mengirimkan 3 jurnalis ke Piala Dunia 2026. Ini adalah sebuah prestasi sendiri bagi Antara karena pertama kalinya kali Antara fotografernya mendapatkan akreditasi FIFA. Sebelumnya hanya reporter. Kalo ini kami mengirimkan lengkap pewarta foto dan reporter,” kata Direktur Utama Perum LKBN Antara Benny Siga Butarbutar di Jakarta, Kamis.
Benny mengatakan, hal tersebut menunjukkan Antara, sebagai Kantor Berita Nasional, masih memiliki pengakuan secara internasional.
“Namun juga ada tanggung jawabnya yang lebih tinggi yaitu memberikan yang terbaik buat tidak saja Indonesia buat juga profesi jurnalistik itu sendiri, khususnya dalam dunia foto jurnalistik,” ujar Benny.
Baca juga: Dongkrak ekonomi daerah, TVRI gratiskan izin nobar Piala Dunia untuk warkop di Aceh
Benny menegaskan, penugasan tersebut merupakan bagian dari mandat kepada ANTARA sebagai kantor berita nasional untuk mengoptimalkan peliputan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia , sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto serta Komisi VII DPR RI.
Momentum ini juga bertepatan dengan kembalinya TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia di wilayah
Indonesia sejak terakhir kali pada 1990, guna memastikan pesta bola dunia ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kehadiran ANTARA di Piala Dunia 2026 merupakan wujud komitmen untuk menghadirkan jurnalisme lapangan yang berkualitas kepada publik Indonesia. Selain menyajikan dinamika pertandingan secara langsung, kami ingin membawa pulang berbagai pembelajaran tentang tata kelola, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang menjadikan Piala Dunia sebagai ajang olahraga terbesar dan paling berpengaruh di dunia," kata Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro.
Mengingat perhelatan dilakukan di tiga negara, Redaksi Olahraga berkolaborasi dengan Redaksi Foto dan Redaksi Video menerapkan format peliputan estafet di 10 kota berbeda demi efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas informasi.
Tim tersebut terdiri dari Aditya Pradana Putra bertugas di Meksiko dan Amerika Serikat, Arif Prada di wilayah Kanada dan Amerika Serikat, serta Michael Teguh Adiputra Siahaan meliput di wilayah Amerika Serikat.
Mengusung tema "Inspirasi Daya Saing Sepak Bola dan Masyarakat Indonesia", tim liputan langsung ANTARA untuk Piala Dunia 2026 tidak hanya memotret jalannya pertandingan tetapi juga mengangkat berbagai aspek perhelatan sepak bola akbar itu untuk menginspirasi penyelenggara ajang olahraga di
Indonesia seperti crowd control, pengamanan, ticketing, pengaturan arus penonton, serta beragam inovasi lainnya.
Pewarta ANTARA juga akan menelusuri sumbangsih warga negara Indonesia terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 baik mereka yang bertugas sebagai volunteer maupun tenaga pendukung lain.
Dari segi inspirasi untuk masyarakat di tanah air, para pewarta akan menggali kisah-kisah keindonesiaan maupun pencapaian diaspora Indonesia di negara-negara tuan rumah Piala Dunia 2026.
Baca juga: Polda Aceh ingatkan masyarakat tidak jadikan Piala Dunia ajang judi
Program Live-reaction
Seluruh rangkaian liputan akan disalurkan melalui program siaran langsung di lokasi serta program digital Live-Reactions di kanal YouTube dan media sosial resmi ANTARA.
Program Live-Reactions dirancang untuk memberikan analisis mendalam, paket tayangan highlight produksi redaksi video, serta komentar dari tokoh-tokoh terkemuka secara interaktif.
Rangkaian peliputan komprehensif ini secara resmi akan dimulai dengan laporan laga perdana antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Mexico City pada 11 Juni 2026, dan diakhiri dengan laporan langsung pertandingan final dari New York/New Jersey pada 19 Juli 2026.
Baca juga: Begini cara akses TVRI tonton Piala Dunia 2026
Pewarta: Sekper ANTARAEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.