Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh mendalami penyebab ledakan di kamar mesin kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 yang menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dhiza Fezuono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan korban terdiri 14 orang mahasiswa atau taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dam seorang anak buah kapal KMP Aceh Hebat 2.
"Kami bersama tim Ditreskrimum Polda Aceh dan Ditpolairud Polda Aceh mendalami penyebab ledakan di KMP Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakat," kata Miftahuda Dhiza Fezuono.
Baca juga: Ledakan di kamar mesin Kapal Aceh Hebat 2, 14 orang dilarikan ke rumah sakit
Sebelum ledakan terjadi, belasan taruna pelayaran tersebut sedang mengikuti pendidikan lapangan atau praktik di kapal tersebut. Kapal baru tiba di Pelabuhan Ulee Lheue setelah berlayar dari Pelabuhan Balohan, Kota Sabang.
"Tiba-tiba ledakan terjadi. Kami belum bisa memastikan penyebab ledakan karena masih dalam penyelidikan. Ledakan terjadi di kamar mesin," kata Miftahuda Dhiza Fezuono.
Perwira menengah Polresta Banda Aceh itu mengatakan saat ini para korban sedang menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUDZA) Banda Aceh.
"Kami juga masih mengidentifikasi para korban. Menyangkut kondisi luka bakar korban, kami tidak bisa mengungkap secara terperinci. Nanti tim media yang menyampaikannya. Secara umum, korban mengalami luka bakar ringan, sedang, dan berat," kata Miftahuda Dhiza Fezuono.
Sebelumnya, kapal roro penyeberangan, KMP Aceh Hebat 2, yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, meledak di bagian kamar mesin.
Ledakan menyebabkan belasan orang dilarikan ke RSUDZA Banda Aceh. Mayoritas korban merupakan taruna atau mahasiswa politeknik pelayaran yang sedang mengikuti praktik di kapal tersebut.
Baca juga: Pemkab harapkan KMP Aceh Hebat 1 tetap layani warga Pulau Simeulue
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.