Banda Aceh (ANTARA) - Keluarga besar pewaris Diraja Kerajaan Aceh Darussalam menggelar doa bersama santunan anak yatim dalam memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah berlangsung di Istana Darul Ihsan di Banda Aceh, Selasa. 

Upacara dipimpin Pemegang dan Pengemban Amanah, Waris Diradja dan Yang di-Pertuan Besar dan Agung Kerajaan Aceh Darussalam Paduka Seri Baginda Duli Yang Maha Mulia Tuangku Muhammad (I) ZN Al Haj.

Dalam kegiatan tersebut, keluarga Kerajaan Aceh Darussalam mengenakan baju kebesaran kerajaan. Termasuk mengenakan lencana kebesaran Kerajaan Aceh Darussalam.

Baca juga: Pawai 1 Muharram jadi pengingat hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah

Doa bersama peringatan tahun baru Islam tersebut diawali pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan shalawat badar yang diikuti semua keluarga Kerajaan Aceh Darussalam. 

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian anugerah Diraja Kebesaran Keluarga Kerajaan Aceh Darussalam kepada beberapa orang. Penerima merupakan orang terpilih dan benar-benar amanah.

Pada kegiatan tersebut Paduka Seri Baginda Duli Yang Maha Mulia Tuangku Muhammad (I) ZN Al Haj menyampaikan maklumat dibacakan Chairul Muslim, anggota Majlis Istiadat Diradja Kerajaan Aceh Darussalam.

Dalam maklumat Tuangku Muhammad (I) ZN Al Haj menyerukan perdamaian dunia serta mengajak umat Islam bersatu dalam menghadapi segala ancaman perpecahan, baik dalam maupun luar negeri. 

Tuangku Muhammad (I) ZN Al Haj dalam maklumatnya juga mengajak masyarakat menjaga perdamaian. Kedamaian sejati tidak ada tanpa keadilan sejati. Bumi Aceh yang kaya dikelola dengan seadil untuk kesejahteraan rakyat Aceh. Jangan jadikan rakyat sebagai penonton.

Anggota Keluarga Pewaris Kerajaan Aceh Darussalam Yang Teramat Mulia Tuanku Muhammad Radiyan SN Ibni PSB DYMM Tuanku Muhammad ZN ( I ) Al-Haj menyampaikan kegiatan 1 Muharram tahun ini hanya doa bersama dan tidak melakukan Istiadat pengibaran alam pedang, bendara Kerajaan Aceh Darussalam.

"Saat ini masih dalam suasana duka pascabencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Aceh. Peringatan 1 Muharram tahun ini lebih kepada refleksi sekaligus mencermati kejadian maupun konflik yang terjadi di dunia dan Indonesia," katanya.

Selain itu, refleksi perlambatan ekonomi nasional, sekaligus konflik ekologis dan arah pembangunan oleh Pemerintah Aceh yang harus menjadi perhatian seluruh rakyat Aceh khususnya dan Indonesia umumnya, kata Tuanku Muhammad Radiyan.

Sementara itu, Chairul Muslim, anggota Majlis Istiadat Diradja Kerajaan Aceh Darussalam, mengatakan perayaan 1 Muharram merupakan agenda rutin tahunan. Peringatan tahun baru Hijriah ini sebagai momentum menguatkan syiar Islam.

 "Acara tahunan tersebut dilaksanakan untuk memaknai esensi hijrah bagi umat Islam. Tujuannya, agar umat selaku melakukan hijrah hakiki dalam kehidupan, baik pribadi maupun untuk kepentingan umatnya," kata Chairul Muslim.

Baca juga: Masjid Tgk Khalilullah jadi pusat perayaan 1 Muharram di Simeulue



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026