Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Sosial menggelar pelatihan budidaya ikan lele kepada 50 orang penyandang disabilitas, berlangsung di kompleks dinas setempat di Meulaboh. 

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, Mulyadi, Rabu.

Ada pun pemateri yang dihadirkan dalam pelatihan tersebut, diantaranya Prof Sulaiman selaku Dekan Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, yang memaparkan materi dari perspektif akademis dan pengembangan potensi usaha.

Kemudian Ekawati dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat, yang bertindak sebagai penyuluh perikanan.

Baca juga: Ini total tambak rusak akibat banjir yang diidentifasi KKP
 

Tidak hanya penyajian secara teori, para peserta juga didampingi secara teknis oleh tim lapangan yang terdiri dari empat orang tenaga penyuluh perikanan dan satu orang tenaga teknis, Teuku Saiful Anbiya, guna memandu jalannya praktik budidaya yang efektif.

Mulyadi mengatakan pemerintah daerah berharap dengan adanya pelatihan tersebut, komunitas disabilitas di Kabupaten Aceh Barat, akan mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang budidaya ikan lele, sehingga nantinya dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam melakukan budidaya.

Tujuan utama dari pelatihan ini, kata dia, untuk meningkatkan usaha ekonomi produktif bagi penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Dengan keterampilan baru ini, diharapkan para peserta dapat merintis atau mengembangkan usaha mandiri yang mampu menopang perekonomian keluarga mereka secara berkelanjutan.

Melalui program usaha ekonomi produktif ini, kata Mulyadi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan ruang dan dukungan setara bagi kelompok disabilitas agar mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi, demikian Mulyadi.

Baca juga: BBI Nagan Raya sudah jual 11.666 benih ikan air tawar ke masyarakat



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026