Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melanjutkan pembangunan jembatan rangka baja di kawasan Desa Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI senilai Rp3,2 miliar lebih, sebagai upaya meningkatkan akses transportasi masyarakat di daerah ini.

“Pembangunan jembatan secara bertahap ini, demi membuka isolasi geografis dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Fadly Octora, Rabu di Meulaboh.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini sengaja dirancang secara bertahap, sebagai upaya untuk menyesuaikan dengan kondisi fiskal dan kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) setiap tahunnya.

Baca juga: Jembatan enang-enang Bener Meriah, Aceh dibangun tahun 2027

Namun, kata dia, pemerintah daerah tetap berkomitmen agar setiap fasenya berjalan optimal dan fungsional.

Fadly menjelaskan, jembatan Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh barat dirancang dengan spesifikasi teknis berupa jembatan rangka baja kokoh yang memiliki bentang panjang mencapai 2 x 60 meter. 

Mengingat bentang nya yang cukup panjang, pengerjaan nya membutuhkan ketelitian teknis yang tinggi.

Pada tahun 2024 lalu, pemerintah daerah telah berhasil menyelesaikan pembangunan abutmen (pilar penyangga ujung jembatan) dengan sarapan pagi anggaran sebesar Rp3,5 millar.

Pada tahun ini, kata dia, pemerintah daerah kembali melanjutkan pembangunan jembatan tersebut dengan pagu anggaran sebesar Rp3,2 miliar lebih, bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun anggaran 2026.

“Proyek ini dilanjutkan dengan pekerjaan difokuskan pada pemasangan pilar tengah (pier),” kata Fadly.

Ia menyebutkan, proyek yang dikerjakan oleh CV Nagah Berlian tersebut ditargetkan selesai tepat waktu sesuai kontrak pada November 2026 mendatang. 

Guna mengantisipasi adanya potensi penyimpangan, proyek ini mendapat pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat untuk memastikan pekerjaan sesuai mutu sebagaimana tertuang dalam kontrak yang telah disepakati, dan diharapkan selesai tepat waktu, demikian Fadly Octora.

Baca juga: Jembatan Kutablang dan Teupin Mane ditargetkan rampung Agustus 2026



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026