Aceh Timur (ANTARA) - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan Peureulak Raya dinilai semakin siap untuk mekar dari Kabupaten Aceh Timur menjadi daerah otonom baru.
"Kami menilai Peureulak Raya layak dimekarkan menjadi daerah otonom baru, sehingga dapat mempercepat pembangunan wilayah," kata Iskandar Usman Alfarlaky di Aceh Timur, Kamis.
Menurut Bupati Aceh Timur, pemekaran daerah merupakan upaya strategis untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.
Iskandar Usman Alfarlaky menyebutkan masyarakat sudah mendeklarasikan pembentukan Kabupaten Peureulak Raya. Deklarasi sebagai bentuk dukungan dan keseriusan masyarakat serta para tokoh dalam mendorong terbentuknya kabupaten pemekaran.
Bupati mengatakan kabupaten yang direncanakan bernama Kabupaten Peureulak Raya (Kabupaten Bandar Khalifah) itu disebut memiliki sumber daya alam, sejarah, budaya, dan jumlah penduduk yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan secara mandiri.
Kabupaten Peureulak Raya akan terdiri dari 10 kecamatan, yakni Peureulak, Peureulak Barat, Peureulak Timur, Ranto Peureulak, Rantau Selamat, Birem Bayeun, Simpang Jernih, Serbajadi, Peunaron, dan Sungai Raya. Peureulak direncanakan menjadi ibu kota kabupaten.
Wilayah calon kabupaten tersebut memiliki luas lebih dari 2.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 150 ribu jiwa. Luas wilayah dan jumlah penduduk menjadi modal dalam mendukung pembentukan daerah otonomi baru.
Baca: 8.630 warga Aceh Timur keluar dari garis kemiskinan
"Pemekaran daerah harus dipandang sebagai langkah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Wilayah Aceh Timur cukup luas, keberadaan kabupaten baru mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat pemerintahan kabupaten induk," katanya.
Dari sisi ekonomi, wilayah Peureulak Raya memiliki potensi yang cukup besar. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan jasa di wilayah timur Aceh.
Aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang didukung oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Potensi perikanan dan perairan juga menjadi kekuatan utama wilayah Peureulak Raya. Sejumlah kawasan pesisir memiliki sumber daya perikanan yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara optimal.
Begitu pula sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat. Di sektor pariwisata, Peureulak Raya menyimpan berbagai potensi wisata alam dan budaya yang belum sepenuhnya dikembangkan.
Tak hanya itu, Peureulak memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Aceh. Wilayah ini dikenal sebagai pusat Kesultanan Peureulak yang diyakini sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara.
"Warisan sejarah tersebut menjadi identitas yang terus dijaga dan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan daerah di masa mendatang," kata Iskandar Usman Alfarlaky.
Baca: Bupati Aceh Timur sebut program TMMD jadi instrumen percepatan pembangunan daerah
Pewarta: HayaturrahmahEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.