Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini telah berhasil melakukan pengaspalan jalan di wilayah pedalaman di lintasan Desa Blang Dalam-Teupin Panah, Kecamatan Kaway XVI, sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan.
“Pengaspalan ruas jalan di wilayah pedesaan ini, sebagai upaya pemerintah daerah dalam memudahkan masyarakat menjual aneka hasil panen ke pusat kecamatan maupun kabupaten,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Barat, Fadly Octora kepada ANTARA, Kamis.
Menurutnya, proyek pengaspalan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Aceh Tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp480-an juta.
Pengaspalan ini mencakup panjang jalan sekitar 180 hingga 200 meter, dan saat ini paket pekerjaan tersebut sudah selesai 100 persen, sehingga saat ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat luas dalam mempermudah akses ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman.
“Kami juga akan melakukan pengecekan kembali di lapangan terkait lebar jalan dan kesesuaian spesifikasinya," ujar Fadly menambahkan.
Fadly menjelaskan proyek ini merupakan pembangunan jalan baru, bukan sekadar perbaikan jalan rusak.
Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses transportasi yang lebih baik dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, mengingat jalur tersebut menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.
"Ini adalah jalan yang sudah lama diimpikan oleh masyarakat. Walaupun anggaran kita terbatas, kami tidak melupakan jalan ini,” ujarnya.
Sesuai komitmen Bupati Aceh Barat Tarmizi, program ini akan terus diupayakan terus berlanjut ke depan, dan dianggarkan setiap tahunnya hingga mencapai ujung Desa Teupin Panah, Kecamatan Kaway XVI, sehingga semakin mempermudah akses masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas ekonomi dan produktivitas pertanian serta perkebunan semakin lebih baik, demikian Fadly Octora.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.