Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah menegaskan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) wajib dijadikan program prioritas oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong tumbuhnya perekonomian daerah.
"Kalau UMKM ini memang wajib diprioritaskan. Kenapa? Karena kalau bukan UMKM yang kita berdayakan dan kuatkan, tidak ada sektor lain yang bisa diandalkan. Tidak ada perusahaan besar di Banda Aceh," kata Irwansyah di Banda Aceh, Kamis.
Irwansyah meminta, pemerintah harus memaksimalkan perannya dalam penguatan pelaku UMKM, mulai dari pelatihan, pembinaan hingga membantu penyediaan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan mereka.
Misalnya, memberikan pelatihan untuk branding atau menghadirkan fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, serta ikut membantu membranding produk-produk mereka.
Baca: Warga Banda Aceh padati CFD meriahkan nonton bareng Piala Dunia
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kemasan produk UMKM melalui kehadiran rumah kemasan. Langkah ini perlu mengingat banyak pelaku usaha kecil UMKM masih mengemas produknya secara tradisional.
"Bagaimana menghadirkan rumah kemasan. Ini menjadi pekerjaan rumah, karena memang kita ingin memprioritaskan UMKM. Dengan kemasan yang lebih modern dan elegan, produk UMKM lebih mudah dipasarkan," ujarnya.
Selain itu, Irwansyah juga meminta pemerintah untuk menghadirkan pasar yang mampu mempertemukan pedagang dengan pembeli. Contohnya melalui pelaksanaan car free day (CFD) yang selama ini berhasil membuat UMKM meraih omzet lebih dari Rp5 juta hanya dalam waktu tiga jam. Serta event-event lainnya.
"Itu menunjukkan car free day positif. Kalau bisa ditambah spot-nya atau diperluas jangkauannya. Kenapa tidak dikaji terlebih dahulu," katanya.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.