Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan dukungannya kepada Komite Olahraga Nasional (KONI) yang secara tegas menolak domino sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) di Provinsi Aceh.
"Pemerintah Aceh Barat menegaskan bahwa jika pun KONI Aceh tidak menolaknya, secara daerah Aceh Barat akan tetap menolak keberadaan cabor tersebut," kata Bupati Aceh Barat Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Sabtu.
Tarmizi mengatakan ketegasan ini didasari oleh kondisi sosial di masyarakat, di mana permainan domino dinilai sulit dikontrol.
Baca juga: Ini alasan KONI Aceh tolak cabang olahraga domino
Berbeda dengan daerah lain di luar Aceh yang memainkan domino murni sebagai olahraga pada waktu-waktu tertentu, di Aceh Barat permainan ini kerap dimainkan siang dan malam hingga dikhawatirkan dapat melalaikan kewajiban terhadap keluarga.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjadi satu-satunya kabupaten saat ini yang telah mengeluarkan surat peringatan dan instruksi kepada seluruh jajaran di tingkat kabupaten untuk tidak lagi bermain domino.
Selain itu, pemerintah daerah selama ini juga telah mulai melakukan sosialisasi dan penertiban terhadap masyarakat yang gemar bermain domino di sejumlah warung kopi di daerah ini.
Langkah tersebut diambil setelah para ulama menolak kehadiran permainan batu domino di Aceh. Selain melalaikan, permainan tersebut juga berpotensi disalahgunakan dan cenderung dapat melanggar penerapan syariat Islam yang sudah lama berlaku di Aceh, demikian Tarmizi.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat tertibkan permainan batu domino di masyarakat
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.