Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mengajak TNI AD untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan ketahanan energi nasional lewat pembinaan teritorial terhadap kegiatan hulu migas Aceh.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan operasi hulu migas," kata Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan dalam keterangannya, di Banda Aceh, Selasa.
Edy menegaskan bahwa keberhasilan operasi hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan, kondusifitas wilayah, serta dukungan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Menurutnya, industri hulu migas merupakan objek vital nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi Indonesia. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara BPMA, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), TNI AD, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.
"Dukungan pembinaan teritorial oleh TNI AD diharapkan mampu memperkuat stabilitas sosial dan keamanan sehingga kegiatan eksplorasi maupun produksi dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Edy menjelaskan, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pada sektor hulu migas, mulai dari persoalan sosial seperti tuntutan tenaga kerja lokal, pemanfaatan lahan di sekitar aset migas, hingga persepsi masyarakat terhadap kegiatan industri.
Baca: BPMA percepat legalisasi dan tata kelola sumur minyak rakyat di WK Aceh
Selain itu, juga terdapat tantangan keamanan berupa gangguan terhadap fasilitas operasi, pencurian aset, aksi unjuk rasa, serta isu lingkungan yang memerlukan pendekatan kolaboratif.
Maka dari itu, lanjut dia, kerjasama antara BPMA dan TNI AD sendiri telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh.
"Serta, perjanjian kerjasama antara BPMA dan TNI AD mengenai dukungan penguatan pembinaan teritorial pada kegiatan usaha hulu migas di wilayah kerja Aceh," katanya.
Melalui implementasi kerjasama tersebut, kata Edy, berbagai kegiatan dilaksanakan, diantaranya penguatan fungsi intelijen, patroli wilayah, komunikasi sosial bersama masyarakat, hingga pelaksanaan Bhakti TNI AD yang bersinergi dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan migas.
Selain itu, peran pembinaan teritorial juga diarahkan untuk memperkuat hubungan dengan tokoh masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik, memetakan kondisi sosial wilayah, serta menjaga stabilitas keamanan di sekitar wilayah operasi migas.
BPMA optimis, sinergi tersebut dapat memberikan dampak positif, baik terhadap peningkatan lifting minyak dan produksi gas, bertambahnya investasi serta kegiatan eksplorasi, maupun meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kegiatan hulu migas.
"Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh," demikian Edy Kurniawan.
Baca: BPMA tinjau optimasi pengembangan lapangan Arun dan SLS di WK B, pastikan berjalan positif
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.