Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) mencatat 63 badan usaha milik desa (BUMDes) di Aceh sudah masuk dalam kategori maju, sehingga diharapkan dapat membantu menumbuhkan kemandirian perekonomian di gampong (desa).

"Sampai saat ini sebanyak 63 BUMdes di Aceh sudah masuk dalam kategori maju. Harapannya bisa mendongkrak perekonomian di desa masing-masing," kata Kepala DPMG Aceh, Iskandar, di Banda Aceh, Selasa.

Adapun 63 BUMdes kategori maju di Aceh tersebut yakni tersebar di Kabupaten Aceh Utara 14, Bener Meriah 10, Aceh Tengah sembilan, Nagan Raya dan Bireuen masing-masing enam, Pidie empat, Kota Banda Aceh tiga.

Kemudian, Aceh Tamiang tiga, Aceh Barat, Pidie Jaya dan Aceh Jaya masing-masing dua. Lalu Kota Lhokseumawe satu dan Aceh Singkil juga satu BUMdes usaha maju.

"Total BUMdes di Aceh saat ini sebanyak 2.748 unit, dengan masing-masing kategori atau kelas usaha perintis 606 unit, pemula 512, dan berkembang 1.567 dan 63 BUMdes maju," ujarnya.

BUMDes di Aceh tersebut, rata-rata mencakup kegiatan usaha, seperti pangan, jasa keuangan, air minum dalam kemasan, industri kecil, pariwisata desa, pengelolaan sampah, perikanan, peternakan, perdagangan, hingga pertanian.

Baca: DPMG: 220 BUMG di Aceh Besar masuk kategori berkembang

Iskandar menjelaskan, sebuah BUMdes dinyatakan masuk kategori maju berdasarkan penilaian tata kelola usaha yang sudah profesional, menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, cukup akuntabel serta telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PA-Des).

Dirinya menuturkan, untuk BUMdes lainnya yang ingin menjadi kategori maju harus memperbaiki dan menguatkan tata kelola paling kurang mencakup enam sektor, yaitu kelembagaan (AD/ART, SOP, dan berbadan hukum).

Lalu, tata kelola keuangan harus sudah baik dan akuntabel, pengelolaan usaha yang profesional, perkuat kemitraan dengan pihak luar, kepastian pasar untuk produk yang dihasilkan, serta kontribusi terhadap PAD dan kemanfaatan bagi warga desa.

Dalam kesempatan, Iskandar menegaskan bahwa pemerintah Aceh dalam hal ini DPMG terus memberikan pembinaan serta pendampingan terhadap pengelolaan BUMdes agar lebih maju dan mampu mendongkrak perekonomian desa.

"DPMG Aceh tidak henti-hentinya memberikan pembinaan melalui pelatihan keuangan, manajemen usaha, analisa usaha, marketing dan lainnya, memonitoring serta pendampingan oleh DPMG kabupaten/kota dan pendamping desa masing-masing," demikian Iskandar.

Baca: DPMG Aceh tingkatkan SDM operator Siskeudes untuk pengelolaan keuangan gampong



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026