Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menyiapkan Rencana Aksi Daerah dan Perubahan Iklim (RAD-GPI) serta rencana aksi perempuan sebagai langkah memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di ibu kota provinsi Aceh itu.
“Banda Aceh sebagai kota pesisir memiliki posisi strategis, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan, terutama kerentanan terhadap bencana dan perubahan iklim,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Rabu.
Penyusunan rencana aksi tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah, akademisi, komunitas organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan agar kebijakan yang dihasilkan berbasis data dan kondisi lapangan.
Illiza mengatakan, penyusunan RAD-GPI penting dilakukan mengingat perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, melainkan juga ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi keluarga hingga kelompok rentan.
Baca: Wali Kota Banda Aceh ingatkan perhotelan agar taati aturan syariat
"Kita berharap RAD-GPI tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi diterjemahkan menjadi program lintas sektor yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Selain itu, kata Illiza, Pemkot Banda Aceh, juga telah menjalankan sejumlah program yang mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan, seperti musyawarah rencana aksi perempuan (Musrena), balee inong (balai perempuan), desa ramah perempuan dan anak, pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta pekarangan pangan lestari.
IIliza menegaskan, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam kebijakan adaptasi serta mitigasi perubahan iklim.
“Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tingkat gampong. Karena itu, RAD-GPI harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan nyata bagi masyarakat," demikian IIliza Sa'aduddin Djamal.
Baca: Wali Kota Banda Aceh nilai domino layak jadi cabor asalkan tak disalahgunakan
Pewarta: SalsabilaEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.