Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat realisasi penerimaan negara pada Semester I atau periode Januari hingga Juni 2026 sebesar Rp317,41 miliar.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh M Rizki Baidillah di Banda Aceh, Rabu, mengatakan realisasi penerimaan negara tersebut mencapai 76,02 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp417,55 miliar.

"Penerimaan negara tersebut berasal dari tiga komponen utama, yakni bea masuk, bea keluar, dan cukai," katanya.

Dari ketiga komponen tersebut, penerimaan bea keluar menunjukkan kinerja yang menonjol dengan realisasi mencapai Rp55,91 miliar, atau 147,93 persen dari target sebesar Rp37,80 miliar.

"Capaian tersebut mengindikasikan tingginya aktivitas ekspor komoditas yang dikenakan bea keluar melalui wilayah kerja Bea Cukai Aceh," katanya.

Sementara, penerimaan bea masuk terealisasi sebesar Rp252,51 miliar atau 68,29 persen dari target Rp369,74 miliar. Untuk penerimaan sektor cukai mencapai Rp9,02 miliar, atau 90,05 persen dari target sebesar Rp10,02 miliar.

Menurut dia, realisasi penerimaan tersebut merupakan hasil pelaksanaan fungsi yang didukung oleh pelayanan kepabeanan dan cukai, pengawasan yang efektif, serta sinergi dengan para pengguna jasa dan pemangku kepentingan di wilayah Provinsi Aceh.

Secara khusus pada Juni 2026, penerimaan utama yang dihimpun mencapai sekitar Rp166,60 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari pajak dalam rangka impor atau PDRI, diikuti bea masuk, bea keluar, serta penerimaan lainnya seperti dana sawit, PPh ekspor, dan cukai. 

Ia menyebutkan kinerja tersebut turut didukung oleh aktivitas perdagangan internasional yang berlangsung di sejumlah wilayah pelayanan Bea Cukai di Aceh. 

Bea Cukai Aceh akan terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan pengawasan, serta kolaborasi dengan instansi terkait dan pelaku usaha.

"Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan penerimaan negara sekaligus mendukung iklim perdagangan yang sehat dan kondusif di Provinsi Aceh," katanya.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026