Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar, Seri Amalia menyatakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi salah satu sarana untuk memperkuat karakter dan kepribadian siswa yang berasal dari berbagai latar belakang ekonomi yang melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
“Selain kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, ada hal yang paling penting yang menjadi fokus kita di Sekolah Rakyat dalam masa MPLS yakni adalah penguatan karakter dan kepribadian setiap siswa melalui praktek dan tindakan nyata yang dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari,” kata Seri Amalia di Aceh Besar, Kamis.
Ia menjelaskan selama masa MPLS yang dijadwalkan berlangsung 14-31 juli 2026 itu, siswa juga akan mendapat pembekalan terkait literasi numerasi, kesiapsiagaan bencana dan kesehatan reproduksi, internet sehat, kesamaptaan, bahaya judi online, napza dan bullying, serta presentasi peta mimpi kehidupan.
“Selama masa MPLS kita juga ada kegiatan cek kesehatan seluruh siswa, psikologi dan talent DNA,” katanya.
Baca: Mensos kagumi kemampuan bahasa Jerman siswa SR Aceh Besar
Menurut dia, setelah kegiatan MPLS selesai, maka di lanjutkan dengan kegiatan matrikulasi, menyiapkan siswa secara fisik, mental, sosial, spiritual, dan akademik serta menyelaraskan kesenjangan kompetensi dengan kurikulum sekolah rakyat.
“Insya Allah setelah proses MPLS dan matrikulasi tuntas dilaksanakan, seluruh peserta didik akan belajar mata pelajaran secara penuh, tepatnya dengan perpaduan teori akademik di kelas dan praktik pembinaan karakter di lingkungan asrama,” katanya.
Sekolah Rakyat merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Mereka yang bersekolah di Sekolah Rakyat Menegah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar merupakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca: Fadil Royan Siswa Sekolah Rakyat, lolos Paskibraka Kabupaten Aceh Besar
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.