Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) terdiri dari 39 unit traktor, 35 unit traktor tangan serta 200 unit mesin pompa air dari Kementerian Pertanian guna memperkuat ketahanan pangan di daerah pascabencana alam banjir bandang akhir tahun lalu.

“Bantuan ratusan unit alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut, dapat memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat khususnya petani,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi di Meulaboh, Senin.

Menurutnya, penyaluran ratusan unit alat mesin pertanian tersebut, menjadi angin segar dan harapan baru bagi para petani di Kabupaten Aceh Barat, untuk mendongkrak produktivitas dan menyulap lahan tidur menjadi lumbung pangan yang produktif.

Tarmizi mengatakan bantuan mesin pertanian ini merupakan buah manis dari usulan yang sebelumnya telah diajukan Pemkab Aceh Barat ke pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah, alsintan yang kita perjuangkan ke Kementerian Pertanian sudah tiba di Aceh Barat. Ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah untuk memodernisasi sektor pertanian dari hulu ke hilir," ujarnya.

Kehadiran ratusan mesin tersebut melengkapi suntikan modal alat tahun 2025 lalu, di mana Aceh Barat juga telah mengamankan 10 unit traktor besar.

Pemkab Aceh Barat saat ini telah melakukan pemetaan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Seluruh alsintan akan didistribusikan langsung ke kelompok tani yang paling membutuhkan.

“Targetnya jelas, kita mengubah peta pertanian Aceh Barat menjadi lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi,” kata Tarmizi menambahkan

Ia berharap, bantuan mesin pertanian dan pompa air tersebut sesuai dengan kebutuhan riil kelompok tani yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. 

Pemerintah daerah berharap, lahan-lahan lahan tidur dapat digarap menjadi kawasan produktif dan lahan yang sudah aktif, hasilnya harus melesat berkali-kali lipat. 

Pemkab Aceh Barat berharap dengan banyaknya bantuan yang sudah disalurkan pemerintah pusat, produktivitas pertanian nantinya dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mandiri.

Saat ini, kata dia, pemerintah daerah juga tengah menggodok regulasi dan mekanisme pengelolaan alsintan yang berkelanjutan agar mesin-mesin tersebut memiliki masa pakai yang panjang, membawa keuntungan finansial jangka panjang bagi kelompok tani, sekaligus mampu berkontribusi nyata dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan kombinasi mekanisasi moderen dan manajemen yang matang, Aceh Barat kini bersiap melangkah mantap menuju swasembada pangan yang tangguh dan ekonomi daerah yang kian mandiri,” demikian Tarmizi.
 



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026