Banda Aceh (ANTARA) - Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman menilai pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman menjadi modal kuat untuk diplomasi dalam membangun perdamaian dunia.

“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat kehidupan masyarakat yang majemuk. Pengalaman tersebut dapat menjadi model diplomasi yang bertumpu pada nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap perbedaan,” kata Mujiburrahman di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan gagasan terkait keberagaman menjadi modal diplomasi Indonesia, juga ia tulis dalam "Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar" yang diluncurkan pada Rukun Festival 2026 di Jakarta.

Ia mengatakan pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman merupakan modal penting yang layak ditawarkan kepada dunia sebagai model hidup berdampingan secara damai.

Baca: UIN Ar-Raniry tambah enam guru besar perkuat posisi kampus

Ia menilai praktik pengelolaan kemajemukan di Indonesia dapat menjadi salah satu kontribusi bagi upaya membangun perdamaian dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Buku "Diplomasi Agama: Jalan Damai Nasaruddin Umar" merupakan karya kolaboratif yang memuat pemikiran 24 akademisi, rektor, guru besar, dan intelektual Indonesia mengenai diplomasi agama sebagai instrumen membangun perdamaian global. 

Buku tersebut mengembangkan gagasan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA tentang peran agama dalam memperkuat dialog antarumat beragama, nilai kemanusiaan, dan kerja sama antarbangsa.

Mujiburrahman menambahkan, buku itu juga memuat tulisan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Masnun Tahir, Maimun, Idi Warsah, Rosihon Anwar, Agustinus, Abdurrohman Kasdi, Wan Jamaluddin Z., Lukman Hakim, dan Toto Suharto. Tulisan-tulisan dalam buku tersebut membahas diplomasi agama dari berbagai perspektif, seperti humanisme religius, moderasi beragama, dialog lintas iman, tafsir, hingga diplomasi peradaban.

Baca: UIN Ar-Raniry perkuat kompetensi 140 dosen pemula di Aceh



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026