Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kota Banda Aceh menjadikan Festival Putroe Phang Art and Cultural Market yang di Taman Putroe Phang, Banda Aceh sebagai ruang promosi bagi seniman dan pelaku ekonomi kreatif di ibu kota provinsi Aceh itu.
“Semoga Festival Cultural and Art bisa terus berlanjut setiap minggu, karena banyak hasil karya seni dari para pekerja seni kita yang kurang tempat untuk dipromosikan,” kata Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Minggu.
Putroe Phang Art and Cultural Market digelar setiap Sabtu dan Minggu mulai 18 Juli hingga September 2026. Kegiatan itu diikuti pelaku seni, komunitas budaya, dan UMKM yang menampilkan berbagai produk kreatif serta pertunjukan seni.
Illiza mengatakan festival tersebut bisa menjadi wadah bagi seniman untuk menampilkan karya sekaligus membantu pemasaran produk ekonomi kreatif karena melalui kegiatan ini, masyarakat dan wisatawan bisa menikmati pertunjukan seni sekaligus membeli berbagai hasil karya pelaku ekonomi kreatif Aceh.
Baca: Disbudpar bertekad lahirkan regulasi Ekraf Aceh
Wali Kota berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, sehingga semakin banyak seniman dan pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan Putroe Phang sebagai tempat untuk mempromosikan hasil karya mereka.
Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri rombongan tamu dari Johor, Malaysia. Hubungan sejarah antara Aceh dan Malaysia bisa menjadi peluang untuk memperkuat kerjasama di bidang seni, budaya, dan pariwisata.
“Setiap ada orang luar yang datang ke Banda Aceh atau orang kota Banda aceh sendiri tahu kemana mencari hasil seni, yaitu ditempat ini,” kata Illiza Sa'aduddin Djamal.
Baca: Banda Aceh Academy latih keterampilan warga bersaing di dunia kerja
Pewarta: Siti Bararah YasminEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.