Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah agar mampu naik kelas lewat program Kick Off Capacity Building Onboarding Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) 2026.
“WUBI merupakan program tahunan Bank Indonesia yang telah dilaksanakan sejak 2014 sebagai upaya memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di Aceh untuk naik kelas,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, di Aceh Besar, Senin.
Ia menjelaskan, tantangan UMKM saat ini bukan hanya berkutat pada modal, melainkan juga mencakup akses pasar, kemampuan manajerial, inovasi produk, dan mindset sebagai seorang wirausaha.
Ia menyebutkan untuk tahap awal WUBI 2026 diikuti sebanyak 90 pelaku UMKM dan selanjutnya 50 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama dua bulan. Mereka akan mendapat bekal terkait digitalisasi usaha, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), penguatan manajemen bisnis, pengembangan UMKM hijau, hingga peningkatan kapasitas menuju pasar ekspor.
Agus berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan maksimal, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan UMKM untuk naik kelas, salah satunya lewat program WUBI.
Menurut dia, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, melainkan juga kemauan pelaku usaha untuk terus belajar, membangun jejaring, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Jangan pernah meremehkan sesuatu yang kecil, karena terkadang yang kecil justru membuat kita menjadi besar," ujar Illiza.
Ia berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan program tersebut sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas, memperluas relasi, dan mengembangkan usaha agar produk-produk lokal Aceh semakin mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Aceh menyebutkan total UMKM di provinsi itu mencapai 74.810 usaha.
Pewarta: Maysaroh AfrinaEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.