Ilaga (ANTARA) - Ancaman keamanan dari kelompok bersenjata terus membayangi upaya Pemerintah Kabupaten Puncak dan Koops TNI Habema menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak krisis pangan dan air di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Provinsi Papua Tengah.
Kelompok yang dipimpin Lekagak Talenggen dan Numbuk Talenggen dilaporkan menolak masuknya rombongan bantuan ke wilayah tersebut serta mengeluarkan ancaman terhadap pejabat pemerintah, aparat keamanan, dan pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan keinginan kelompok bersenjata untuk menghambat kehadiran aparat keamanan di kawasan Agandugume yang disebut sebagai salah satu wilayah basis mereka.
"Berdasarkan hasil laporan lapangan, situasinya memang sedikit rawan, tapi demi membantu saudara-saudara kita kami bersama Pemda akan mengupayakan bantuan ini dapat di drop disana," ujar Brigjen TNI Zamiel Philiang Dansatgas Banmin, dalam rilis yang diterima Antara di Banda Aceh, Kamis.
Menyikapi kondisi tersebut, aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan melalui patroli dan pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan selama proses distribusi bantuan kemanusiaan berlangsung.
Baca juga: Perpanjangan dana Otsus Aceh dan Papua: Komitmen berkelanjutan untuk keadilan dan kemandirian daerah
Pewarta: Redaksi Antara AcehEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.