Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan luas lahan yang terbakar di Kabupaten Aceh Barat, hingga saat ini sudah telah meluas mencapai 20,5 hektare yang tersebar di enam kecamatan.
“Saat ini petugas gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan, Selasa.
Ia menjelaskan, dari total luas lahan yang sudah terbakar tersebut, mayoritas titik api telah berhasil ditangani hingga 90 persen, sementara satu lokasi di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat telah padam sepenuhnya.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim gabungan, sebagian besar lokasi penanganan sudah mencapai progress 90 persen dan lokasi di Gampong Gunong Kleng sudah padam 100 persen," ujar Teuku Ronal.
Baca juga: BNPB gelar operasi modifikasi cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya
Berdasarkan data resmi BPBD Aceh Barat, sebaran titik Karhutla di Kecamatan Meureubo meliputi Desa Gunong Kleng seluas 0,5 Ha telah padam 100 persen dan di Desa Ujong Tanoh Darat ADB seluas 1,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen.
Di Kecamatan Samatiga luas lahan terbakar di Desa Cot Seumeureng seluas 4 Ha dan Desa Paya Lumpat seluas 3,5 Ha. Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Desa Lapang seluas 1 Ha dan Desa Leuhan seluas 4 Ha sudah padam sekitar 90 persen.
Kemudian di Kecamatan Woyla Barat meliputi Desa Blang Luah seluas 2 Ha sudah padam sekitar 90 persen, Kecamatan Bubon di Desa Peulanteu seluas 2,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen, serta di Kecamatan Arongan Lambalek di Desa Keub seluas 1,5 Ha sudah padam sekitar 90 persen.
Untuk menanggulangi karhutla, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel dari Mako BPBD bersama Damkar Pos Meureubo, Woyla, Arongan, dan Kaway XVI. Penanganan ini juga dibantu penuh oleh TNI, Polri, masyarakat lokal, dan mahasiswa UKM PK UTU dengan sarana pendukung berupa unit kendaraan operasional, mesin pompa air, serta drone pemantau.
Meski demikian, tim di lapangan masih menghadapi hambatan utama berupa terbatasnya sumber air di lokasi kebakaran serta tiupan angin kencang. Kebakaran ini telah merusak vegetasi alam dan memicu asap yang mengganggu pernapasan warga serta pengguna jalan.
“Mengenai penyebab pasti kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang,” demikian Teuku Ronal.
Baca juga: BPBD Aceh Barat pacu pemadaman karhutla di empat kecamatan
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.