Banda Aceh (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat bahwa perekonomian Aceh pada Triwulan II-2026 tumbuh positif secara tahunan (year-on-year) sebesar 4,86 persen atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,09 persen.
“Pertumbuhan positif ekonomi Aceh tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas pada sejumlah sektor produksi dan konsumsi,” kata Kepala BPS Aceh, Agus Andria di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan dari sisi produksi, terjadi peningkatan produksi hasil peternakan sapi dan kerbau bertepatan dengan Idul Adha dan penjualan semen untuk konstruksi, produksi batu bara, dan produksi industri pengilangan migas di PAG.
Kemudian ikut ditopang peningkatan aktivitas akomodasi, transportasi, dan perdagangan, bersamaan dengan momentum libur nasional dan peningkatan suplai produk domestik serta produk impor.
Ia mengatakan, dari sisi konsumsi terjadinya peningkatan daya beli masyarakat dalam menyambut perayaan hari besar keagamaan serta stimulus THR dan gaji ke-13 ASN. Selain itu, juga terjadi lonjakan pengeluaran terkait pendidikan menjelang tahun ajaran baru seperti proses PPDB, daftar ulang, dan perlengkapan sekolah.
Ia juga mengatakan konsumsi LNPRT juga tumbuh akibat penyaluran bantuan pasca-banjir dan pengelolaan hewan kurban. Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis juga berdampak signifikan pada konsumsi individu dan pemerintah. Dari sisi eksternal, ekspor luar negeri meningkat sejalan dengan naiknya ekspor batu bara
Ia menyebutkan berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp69,69 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp41,46 triliun.
Menurut dia, struktur ekonomi Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,16 persen terhadap total PDRB Aceh. Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 15,35 persen, administrasi pemerintahan 9,18 persen, konstruksi 8,88 persen, serta transportasi dan pergudangan 7,12 persen.
Kemudian dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha konstruksi tumbuh paling tinggi sebesar 13,36 persen, diikuti jasa keuangan dan asuransi sebesar 12,32 persen.
Ia menambahkan, pertumbuhan positif juga terjadi secara triwulanan (q-to-q) yakni tumbuh sebesar 3,77 persen, setelah mengalami kontraksi pada triwulan sebelumnya..
Ia mengatakan untuk tingkat regional Sumatera, Aceh mencatat pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 4,78 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.