Banda Aceh (ANTARA) - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo meminta seluruh personel untuk meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh.

“Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, hingga stabilitas wilayah,” kata Pangdam IM di Blang Bintang, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan dalam amanat tertulis dibacakan Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigadir Jenderal TNI Dwi Sasongko pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Pengamanan Hari Damai Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Ia menjelaskan, langkah pencegahan dan deteksi dini harus menjadi perhatian utama seluruh pihak dengan memperkuat sistem deteksi dini, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa.

Ia juga meminta seluruh personel untuk melaksanakan tugas sesuai prosedur dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia dan melaporkan setiap perkembangan secara berjenjang sehingga dapat dilakukan langkah penanganan secara cepat dan tepat.

“Kesiapsiagaan bukan hanya ditunjukkan melalui kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga melalui kemampuan seluruh unsur untuk bergerak secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan prosedur apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan,” katanya.

Baca: Kodam IM komit dukung ketahanan pangan di Aceh

Selain kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, Pangdam IM juga menekankan pentingnya pengamanan peringatan Hari Damai Aceh. Momentum tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh karena perdamaian merupakan bagian dari perjalanan sejarah yang sangat berharga dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

“Momentum Hari Damai Aceh hendaknya kita maknai sebagai pengingat bahwa perdamaian harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Pangdam IM.

Menurut dia, pengamanan yang dilaksanakan bertujuan memastikan masyarakat dapat memperingati Hari Damai Aceh dengan aman, tertib, khidmat, dan penuh rasa persaudaraan. 

Pangdam IM juga mengingatkan agar seluruh personel terlibat diminta mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan terukur, menghormati hak-hak masyarakat, melaksanakan tugas sesuai ketentuan, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau mengganggu situasi keamanan yang selama ini telah terjaga dengan baik.

Menurut Pangdam IM, kebersamaan dan koordinasi yang erat serta sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga Aceh agar tetap aman, damai, dan kondusif. 

Ia menambahkan, Apel bersama dengan inspektur upacara Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang akan terlibat dalam penanganan karhutla sekaligus pengamanan rangkaian kegiatan peringatan Hari Damai Aceh. 

Baca: Paldam IM bangun sumur bor di daerah terdampak banjir



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026