Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan pengerukan daerah aliran sungai (DAS) Krueng Cangkoy di kawasan Desa Padang Seurahet, Kecamaan Johan Pahlawan, Meulaboh yang selama ini kerap mengalami pendangkalan di kawasan muara sehingga menyebabkan kapal nelayan kandas di perairan setempat.
“Penanganan darurat ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan para nelayan dalam mengakses jalur keluar-masuk penangkapan ikan maupun menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Fadly Octora kepada ANTARA, Senin.
Ia menjelaskan, pengerukan muara tersebut merupakan bentuk penanganan darurat dari Pemkab Aceh Barat atas arahan sekretaris daerah guna merespons keluhan para nelayan setempat.
"Penanganan darurat ini dilakukan atas perintah Pak Sekda untuk membantu langsung para nelayan, agar lalu-lintas kapal dan perahu tidak lagi terkendala pendangkalan. Kita ingin memastikan akses melaut mereka kembali lancar," ujar Fadly Octora.
Fadly menjelaskan, langkah percepatan ini dilakukan oleh Dinas PUPR mengingat alat berat milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat mengalami kendala operasional serta keterbatasan dana rutin perbaikan.
Selain itu, pengerukan darurat ini menjadi pilihan utama lantaran belum masuknya perencanaan teknis berskala besar di DKP maupun Dinas PUPR untuk kawasan muara tersebut.
Menurutnya, pengerukan darurat ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam merespons cepat keluhan masyarakat, khususnya para nelayan yang sering mengeluhkan kapal kandas akibat muara dangkal.
"Ini respons cepat jangka pendek Pemkab Aceh Barat untuk hadir memberi solusi nyata di lapangan. Harapannya, akses transportasi laut nelayan dapat segera normal kembali," pungkas nya.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.